Indonesia Dapat Pinjaman Rp 7,11 Triliun Dari ADB

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta | EGINDO.com    – Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui untuk memberikan pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,11 triliun (kurs Rp14.220 per dolar AS).

Pinjaman tersebut untuk membantu Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menaikkan produktivitas tenaga kerja, serta melakukan reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

“Program baru ini akan membantu meningkatkan pembangunan sumber daya manusia, yang merupakan inti dari strategi pemerintah Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dalam jangka panjang,” kata Direktur ADB bidang Pembangunan Manusia dan Sosial bagi Asia Tenggara Ayako Inagaki, dikutip pada Senin (22/11).

Selain itu, menurut Ayoko, program pinjaman ini juga untuk mendukung reformasi penting yang dapat membantu pemerintah untuk mencapai berbagai target kesehatan dan pendidikan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goal (SDG).

Hal tersebut seiring diperlukan tingkat pertumbuhan tahunan setidaknya 7% agar Indonesia mampu merealisasikan aspirasi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045, sehingga angkatan kerja yang terampil sangat penting bagi transisi Indonesia menuju manufaktur teknologi tinggi dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi.

Adapun, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia. Tercatat indeks modal manusia Indonesia naik menjadi 54% pada 2020 dari sebelumnya 50% pada 2010.

Pandemi Covid-19 pun berdampak negatif terhadap hasil pembelajaran. Hal ini akibat penutupan sekolah yang berkepanjangan, sehingga dalam jangka panjang berpengaruh bagi anak-anak yang masih kecil.

Pandemi juga menyebabkan buruknya tingkat imunisasi bagi balita, karena perawatan kesehatan non Covid-19 menjadi lebih sulit diakses.

Sejalan dengan dampak pandemi yang menekan permintaan dan memperlambat penciptaan lapangan kerja, pengangguran jangka panjang dapat menimbulkan terkikisnya keterampilan, terutama di kalangan kaum muda.

“Dengan mengatasi defisit sumber daya manusia, program ini akan membantu meningkatkan pemulihan Indonesia dari pandemi global,” kata Direktur ADB bidang Manajemen Publik, Sektor Keuangan, dan Perdagangan untuk Asia Tenggara Jose Antonio Tan III.

Jose mengatakan, adanya kerangka yang memungkinkan pelaksanaan SDG di tingkat lokal akan membantu memastikan bahwa manfaat dari reformasi pembangunan sumber daya manusia akan dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia.

Baca Juga :  Moratorium Sawit Tidak Dilanjutkan, Bagaimana Nasib Petani

Pembangunan manusia diidentifikasi sebagai pendorong penting pertumbuhan ekonomi dalam Visi 2045 pemerintah Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024.

Pinjaman baru ini membiayai subprogram pertama dari tiga subprogram Meningkatkan Produktivitas Melalui Program Pembangunan Modal Manusia (Boosting Productivity through Human Capital Development Program).

Program ini menggabungkan pinjaman berbasis kebijakan dengan bantuan teknis dan dukungan pengetahuan. Dengan berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, program ini bertujuan membantu menaikkan indeks sumber daya manusia Indonesia menjadi 59% pada 2026, sejajar dengan rata-rata kawasan dan rata-rata global.

“Adanya angkatan kerja yang terampil dan sehat melalui pendidikan teknis dan vokasi, pelatihan dan pendidikan tinggi akan mendorong perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga turut memajukan pembangunan sektor swasta,” pungkas Jose.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :