Indah Kiat Pulp & Paper Serang Melalui Kemitraan Terima 8 Ton Sampah Kertas per Bulan dari Masyarakat

Pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Serang menerima sekitar 5-8 ton sampah kertas per bulan dari masyarakat
Pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Serang menerima sekitar 5-8 ton sampah kertas per bulan dari masyarakat

Serang | EGINDO.com – Dinas Lingkungan Hidup Serang melaporkan bahwa kota Serang menghasilkan 800-1.000 ton sampah setiap hari. Namun, dinas lingkungan hidup setempat hanya mampu mengolah sekitar 300 ton setiap hari, sehingga masih banyak sampah yang belum tertangani. Kesenjangan ini menggarisbawahi perlunya solusi inovatif seperti Bank Sampah Digital.

Melalui kemitraan, pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Serang menerima sekitar 5-8 ton sampah kertas per bulan dari masyarakat. Meskipun jumlah ini mungkin tampak kecil dibandingkan dengan kebutuhan harian pabrik sebesar 4.000 ton untuk produksi kertas cokelat, dampaknya jauh dari kecil. Pabrik membayar tarif yang jauh lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh tukang loak lokal per kilogram kertas.

Pengaturan tersebut memberikan sumber pendapatan yang berharga bagi para perempuan yang memungut sampah dari rumah mereka, menjadikan sampah sebagai penghasilan sampingan.

Upaya Bank Sampah Digital tidak luput dari perhatian. Program tersebut mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Pada Festival Peduli Sampah Nasional, inisiatif ini dipuji sebagai salah satu Bank Sampah terbaik di negara ini. Kementerian juga mengakui kontribusi signifikannya terhadap ekonomi sirkular di Indonesia, dengan menyoroti peran program ini dalam mempromosikan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.

Pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Serang semakin menunjukkan komitmennya dengan menyumbangkan sebuah truk pikap untuk membantu pengumpulan sampah. Kendaraan itu membantu mengefisienkan operasional, memastikan sampah yang terkumpul diangkut secara efisien ke tempat pemilahan. Selain itu, pabrik secara aktif melibatkan masyarakat, mengedukasi warga setempat tentang teknik pemilahan sampah yang efektif. Dengan mengajari mereka cara meratakan kemasan dan kotak kertas, mereka dapat memaksimalkan berat dan nilai sampah yang mereka kumpulkan.

Saat ini, terdapat 245 titik pengambilan sampah di Serang, tetapi visinya jauh melampaui itu. Mereka telah berkomitmen untuk membangun 1.000 titik pengambilan sampah di seluruh kota, sebuah bukti dedikasi mereka dalam memperluas jangkauan dan dampak program. Perluasan ini sangat penting untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah kota secara lebih efektif dan memastikan lebih banyak warga dapat berpartisipasi dalam program.

Dani Kusumah, Kepala CSR di pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Serang, mengatakan masyarakat sekarang tahu bahwa pemilahan sampah memiliki nilai ekonomi. Sampah yang dipilah dapat menghasilkan nilai ekonomi dan juga sangat mengurangi beban petugas pemulung sampah kota. “Upaya Bank Sampah Digital selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), termasuk konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (TPB 12) serta kota dan komunitas yang berkelanjutan (TPB 11). Dengan mempromosikan pemilahan dan daur ulang sampah, program ini berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dari sampah dan mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Keberhasilan program merupakan bukti kekuatan inisiatif berbasis komunitas dan kemitraan strategis. Melalui kerja sama ini, Bank Sampah Digital dan pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Serang telah menciptakan sebuah model yang tidak hanya mengatasi tantangan pengelolaan sampah tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top