Imunisasi Jadi Investasi Kesehatan, Tekan Beban Ekonomi Akibat Lonjakan Kasus Campak

Ilustrasi
Ilustrasi

Depok|EGINDO.co Peningkatan kasus suspek campak di Indonesia hingga awal 2026 tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga berpotensi menambah beban ekonomi nasional. Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, menegaskan bahwa imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) merupakan langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit sekaligus mengurangi biaya kesehatan jangka panjang.

Dalam keterangannya pada Kamis, 16 April 2026, dr. Shofa menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular melalui percikan droplet saat batuk atau bersin. Virus bahkan dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda dalam periode tertentu, sehingga meningkatkan potensi transmisi di ruang publik dan lingkungan padat.

Kelompok paling rentan mencakup anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, orang dewasa yang belum pernah divaksin, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Jika tidak ditangani secara cepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis), yang berujung pada peningkatan biaya perawatan medis.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak tercatat sepanjang 2025 hingga awal 2026. Sementara itu, laporan dari World Health Organization juga menyoroti tren peningkatan kasus campak global akibat menurunnya cakupan imunisasi pascapandemi.

Dari perspektif ekonomi, tingginya kasus campak berpotensi meningkatkan beban pembiayaan pada sistem kesehatan, termasuk klaim asuransi dan anggaran pemerintah. Selain itu, produktivitas tenaga kerja dapat terganggu akibat meningkatnya angka sakit, terutama pada kelompok usia produktif yang belum mendapatkan vaksinasi.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker saat mengalami gejala, menghindari kontak dengan penderita, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat seperti demam berkepanjangan atau sesak napas. Upaya deteksi dini dan perluasan cakupan imunisasi dinilai menjadi kunci untuk menekan penyebaran sekaligus meminimalkan dampak ekonomi akibat penyakit menular tersebut. (Sn)

Scroll to Top