Jakarta | EGINDO.com – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Perawang Mills meraih peringkat pertama sebagai perusahaan dengan investasi hilirisasi terbesar untuk kategori Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Riau dalam ajang The 2nd Riau Economic Forum yang digelar di Aula Lancang Kuning Bank Indonesia, Pekanbaru, Riau.
Dalam siaran pers Asia Pulp and Paper (APP) Group yang dilansir EGINDO.com pada Jum’at (4/9/2026) menyebutkan penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersama jajaran Bank Indonesia dalam rangkaian forum yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Riau.
IKPP Perawang, yang merupakan unit usaha APP Group, menempati posisi pertama kategori PMA melalui investasinya pada industri hulu kertas atau pulp. Pada kategori tersebut, posisi berikutnya ditempati PT TH Indoplantation dan PT Adhitya Seraya Korita.
Public Affairs Head IKPP Perawang, Armadi, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada perusahaan. “Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus wujud apresiasi atas komitmen berkelanjutan IKPP Perawang dalam memperkuat hilirisasi industri. Kami meyakini pengolahan sumber daya secara terintegrasi dan bernilai tambah tinggi merupakan kunci utama membangun daya saing manufaktur nasional di pasar global,” kata Armadi menjelaskan.
Armadi menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi IKPP Perawang untuk terus memperkuat inovasi, menjaga prinsip keberlanjutan, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Riau yang inklusif.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Investasi yang terus tumbuh dinilai menunjukkan peran aktif pelaku usaha dalam mengembangkan potensi Riau sekaligus memperkuat hilirisasi industri dan penciptaan nilai tambah di daerah.
Penguatan hilirisasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong struktur ekonomi daerah yang semakin produktif dan berdaya saing. Kehadiran investasi di sektor manufaktur diharapkan tidak hanya memperbesar kapasitas industri, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan rantai pasok di Provinsi Riau.
Bagi IKPP Perawang, pengembangan industri bernilai tambah terus dijalankan sejalan dengan upaya perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya. Melalui komitmen tersebut, IKPP Perawang akan terus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat hilirisasi industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.@
Ant/bs/fd/timEGINDO.com