IHSG Tertekan dan Rawan Lanjut Koreksi, Analis Ungkap 4 Saham Potensial untuk Diburu Investor

file_00000000be1471fa99f1ae78ce0fa9a1

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan IHSG diperkirakan masih dibayangi tekanan pada perdagangan Selasa (19/5/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah tajam sebesar 1,85 persen ke posisi 6.599,24. Koreksi tersebut terjadi di tengah aksi jual yang mendominasi pasar saham domestik serta sentimen negatif dari sejumlah bursa Asia.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham berada di zona merah, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar regional dan pergerakan ekonomi global. Pelemahan juga tercermin pada beberapa indeks utama Asia, termasuk bursa Jepang dan China yang sama-sama bergerak negatif pada awal pekan.

Tim riset MNC Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Dalam kajiannya, IHSG diproyeksikan bergerak menuju area 6.307 hingga 6.379 sebagai level pengujian berikutnya. Adapun area penopang (support) diperkirakan berada di level 6.270 dan 6.148, sementara batas penguatan (resistance) berada pada kisaran 6.640 hingga 6.745.

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada sejumlah saham unggulan, yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk., PT Archi Indonesia Tbk., PT Bakrie & Brothers Tbk., dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk..

Sementara itu, media ekonomi cnbcindonesia.com dan bisnis.com juga menyoroti meningkatnya kewaspadaan investor terhadap potensi tekanan lanjutan di pasar saham domestik, terutama dipengaruhi sentimen eksternal seperti pergerakan suku bunga global, harga komoditas, dan ketidakpastian ekonomi dunia. (Sn)

Scroll to Top