IHSG Terkoreksi Tajam Usai MSCI Menunda Penyesuaian Saham Indonesia

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026) setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan menunda perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks globalnya. Keputusan tersebut memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 4,63% ke posisi 8.564,68 hingga pukul 09.17 WIB. Tekanan jual terlihat merata, dengan sebanyak 598 saham tercatat turun, sementara hanya 51 saham yang menguat dan 55 saham lainnya bergerak datar.

Manajemen BEI bersama otoritas pasar modal menyatakan akan segera membuka jalur komunikasi dengan MSCI. Langkah ini dilakukan untuk memperdalam diskusi terkait metodologi dan transparansi data yang digunakan dalam proses evaluasi indeks, sekaligus menjaga kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Tekanan terhadap IHSG juga mencerminkan sensitivitas pasar terhadap sentimen eksternal, khususnya yang berkaitan dengan indeks global acuan investor institusi. Sejumlah analis menilai penundaan oleh MSCI memicu kekhawatiran jangka pendek, meski tidak serta-merta mengubah fundamental emiten domestik.

Sejalan dengan laporan Reuters, pergerakan indeks di pasar negara berkembang memang cenderung volatil ketika terjadi perubahan atau ketidakpastian kebijakan dari penyedia indeks global. Sementara itu, Bloomberg mencatat bahwa keputusan MSCI kerap berdampak langsung pada aliran dana asing, terutama dari investor pasif yang menjadikan indeks sebagai acuan utama.

Ke depan, pelaku pasar menanti hasil komunikasi antara BEI, regulator, dan MSCI, dengan harapan tercipta kejelasan kebijakan yang dapat menstabilkan pergerakan pasar serta mengembalikan sentimen positif terhadap saham-saham Indonesia. (Sn)

Scroll to Top