Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan Selasa (3/2/2026). Sejak pembukaan, pasar saham domestik langsung bergerak melemah dan bertahan di zona merah.
IHSG tercatat dibuka pada level 7.888,77. Namun, sentimen negatif segera mendominasi sehingga indeks terkoreksi cukup dalam. Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG anjlok 124,12 poin atau setara 1,57 persen ke posisi 7.798,61.
Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang cenderung tertekan, dipicu kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga global serta tekanan pada pasar keuangan internasional. Sejumlah indeks utama di kawasan Asia Pasifik juga terpantau bergerak variatif dengan kecenderungan melemah.
Menurut laporan Bloomberg, tekanan jual di pasar saham emerging market meningkat seiring menguatnya dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong investor global bersikap lebih berhati-hati dan mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Sementara itu, CNBC Indonesia melaporkan bahwa tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan dan komoditas, yang selama ini menjadi penopang utama indeks.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan data ekonomi global serta sinyal lanjutan dari bank sentral utama dunia, yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. (Sn)