Jakarta|EGINDO.co Pasar saham domestik mencatat capaian penting pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melampaui level psikologis 9.000 pada awal sesi. Hingga menjelang jeda siang, indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut terus bergerak menguat dan mencapai posisi 9.028, menandai berlanjutnya momentum positif pasar.
Kinerja impresif ini merupakan kelanjutan dari penguatan pada perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup di zona hijau pada level 8.948. Sentimen positif pasar saham didorong oleh arus masuk dana asing yang signifikan, dengan nilai beli bersih investor asing tercatat mencapai Rp1,45 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama akumulasi investor asing, di antaranya INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM. Para analis menilai ruang penguatan indeks masih terbuka, selama IHSG mampu bertahan di atas area teknikal 8.900, yang kini berperan sebagai level penopang penting.
Minat investor asing dinilai tetap selektif, dengan fokus pada saham-saham berbasis komoditas dan sektor siklikal. Sektor-sektor tersebut dipandang berpotensi memperoleh keuntungan dari pelemahan nilai tukar rupiah serta prospek perbaikan kinerja laba perusahaan. Aliran modal asing ini menjadi faktor utama yang menjaga reli pasar tetap berlanjut.
Meski demikian, pasar tidak sepenuhnya lepas dari tekanan eksternal. Pelaku pasar global masih mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat yang tercatat berada di atas target bank sentral, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang berkaitan dengan kebijakan perdagangan dan dinamika di kawasan Timur Tengah, khususnya isu Iran.
Peningkatan risiko geopolitik berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Bagi Indonesia, kondisi tersebut dapat berdampak pada memburuknya neraca perdagangan migas, meningkatnya tekanan inflasi berbasis impor, serta bertambahnya beban subsidi energi. Faktor-faktor tersebut dinilai akan tetap menjadi perhatian utama investor dalam menentukan arah pasar ke depan. (Sn)