IHSG Menguat Tipis, Aliran Dana Asing Jadi Penopang

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan pergerakan positif. Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat menguat 0,15 persen dan menempati level 9.098. Capaian ini melanjutkan tren penguatan pada perdagangan terakhir sebelum libur akhir pekan, ketika IHSG ditutup naik 0,47 persen atau 42,82 poin ke posisi 9.075.

Penguatan indeks tidak terlepas dari derasnya aliran dana investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp474 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi tujuan utama pembelian, antara lain BBRI, PTRO, BMRI, INCO, dan JPFA.

Meski demikian, BNI Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG pada hari ini cenderung terbatas. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai indeks berpotensi bergerak stagnan setelah kembali mencetak level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki area support di rentang 9.000–9.040, sementara level resistance berada pada kisaran 9.100–9.150.

Dari sisi eksternal, sentimen pasar saham domestik masih dipengaruhi dinamika global. Bursa saham Amerika Serikat libur pada hari ini dalam rangka peringatan Hari Martin Luther King Jr. Namun, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, indeks-indeks utama Wall Street bergerak relatif datar. Investor global mencermati kabar bahwa Presiden AS Donald Trump berpeluang mempertahankan Kevin Hassett sebagai penasihat ekonomi, yang sekaligus meredam spekulasi pergantian Ketua The Federal Reserve.

Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia pada akhir pekan lalu ditutup bervariasi. Pelaku pasar di kawasan ini menaruh perhatian pada saham-saham sektor teknologi, khususnya semikonduktor, menyusul tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Taiwan. Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan semikonduktor Taiwan dikabarkan sepakat menginvestasikan dana sekitar USD250 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi di AS, sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan tarif timbal balik.

Kombinasi sentimen global dan teknikal tersebut diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan IHSG dalam jangka pendek, dengan pelaku pasar cenderung bersikap selektif dalam mengambil posisi. (Sn)

Scroll to Top