IHSG Menguat Tajam, Waspada Koreksi Jangka Pendek di Tengah Rekomendasi Saham Pilihan

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pada perdagangan Rabu, 15 April 2026, pelaku pasar mencermati potensi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah sehari sebelumnya mencatatkan penguatan signifikan. IHSG menutup perdagangan Selasa (14/4/2026) dengan kenaikan 2,34% ke level 7.675, didorong oleh lonjakan saham-saham Grup Bakrie seperti BUMI, PTRO, dan BNBR.

Mengacu pada data RTI Infokom, aktivitas perdagangan berlangsung cukup aktif dengan 548 saham ditutup menguat, 151 saham melemah, dan 119 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pun mencapai Rp13.710 triliun, mencerminkan meningkatnya minat investor di pasar saham domestik.

Sejumlah media ekonomi seperti Bisnis Indonesia dan Kontan menilai penguatan IHSG turut ditopang oleh pergerakan saham sektor energi dan pertambangan yang tengah menjadi perhatian pasar.

Mengutip riset harian MNC Sekuritas pada Rabu (15/4/2026), pergerakan IHSG diperkirakan berpotensi mengarah ke kisaran 7.700 hingga 7.843 sebagai area pengujian resistance. Di sisi lain, pelaku pasar juga diingatkan untuk mencermati peluang koreksi jangka pendek dengan kisaran terdekat di level 7.587 sampai 7.639.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 7.488–7.351 dan resistance 7.700–7.861. Level-level ini dinilai krusial dalam menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya.

Dalam strategi perdagangan, investor disarankan menerapkan pendekatan selektif. Rekomendasi buy on weakness diberikan untuk saham HRTA, NICL, dan TINS. Adapun saham BBNI dinilai menarik untuk strategi speculative buy.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif pada Rabu, 15 April 2026, investor diharapkan tetap mencermati sentimen global dan teknikal sebagai dasar pengambilan keputusan. (Sn)

Scroll to Top