IHSG Menguat di Tengah Aksi Jual Asing, Pasar Saham RI Didorong Investor Lokal

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co  Pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan aksi jual investor asing. Meskipun arus modal keluar terus terjadi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap mencatatkan penguatan dan semakin mendekati titik tertinggi sepanjang masa.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Selasa (5/8/2025), investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp552,40 miliar. Sepanjang tahun berjalan, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp62,44 triliun, menjadikannya rekor tertinggi sepanjang sejarah bursa.

Menariknya, meski dibayangi tekanan tersebut, IHSG justru naik 0,68% ke level 7.515,18. Sejak awal tahun, indeks mengalami pertumbuhan serupa sebesar 0,68%. Bahkan, bila dibandingkan dengan posisi terendahnya pada April 2025, IHSG telah melonjak sekitar 26%.

Analis menilai kondisi ini sebagai sinyal kuat bahwa ketergantungan pasar saham Indonesia terhadap dana asing semakin menurun. Faktor utama pendorong kekuatan pasar adalah tingginya partisipasi investor domestik, terutama dari kalangan ritel, serta performa saham-saham milik konglomerasi besar dalam negeri.

“Investor lokal kini menjadi tulang punggung utama dalam menopang pasar. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan melihat pencapaian rekor-rekor baru,” ujar Mohit Mirpuri, manajer investasi dari SGMC Capital Pte., seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (6/8/2025).

Berdasarkan catatan BEI, jumlah investor ritel lokal telah meroket menjadi 17 juta orang di tahun 2025. Ini merupakan lonjakan signifikan dibandingkan dengan hanya 3,8 juta investor lima tahun lalu. Di sisi lain, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan porsi kepemilikan asing atas saham domestik menurun drastis ke kisaran 40%, dari sebelumnya lebih dari 57% pada satu dekade lalu.

Selain pertumbuhan jumlah investor, tingginya minat terhadap saham yang baru melantai di bursa turut mendongkrak antusiasme pasar. Salah satu contoh adalah saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang mencatatkan kenaikan fantastis hingga 837% sejak penawaran umum perdananya bulan lalu. Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), milik konglomerat Prajogo Pangestu, juga sudah melonjak lebih dari 800% sejak debutnya di 2023.

Sentimen Positif Didukung Faktor Global

Rajeev De Mello, manajer portofolio makro global di Gama Asset Management, menilai bahwa potensi kembalinya investor asing tetap terbuka, terutama bila melihat peluang pelemahan dolar AS, ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, dan membaiknya iklim perdagangan global. Ia juga menyoroti keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor untuk barang Indonesia sebesar 19%, lebih rendah dari ancaman awal 32%, sebagai katalis positif tambahan bagi pasar.

Sementara itu, laporan dari Kompas.com (5/8/2025) menyebutkan bahwa sektor-sektor seperti energi baru dan terbarukan, teknologi finansial, serta konsumsi domestik, menjadi andalan baru bagi investor lokal dalam menyerap tekanan eksternal. Saham-saham emiten lokal dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan berkelanjutan semakin diminati.

“Investor lokal saat ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mulai cermat dalam menilai prospek jangka panjang dari emiten-emiten baru, terutama di sektor yang relevan dengan transformasi ekonomi,” ujar Reza Priyambada, analis senior pasar modal kepada Kompas.com.

Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli maupun menjual saham. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab masing-masing investor. Redaksi tidak bertanggung jawab atas risiko yang mungkin timbul.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Scroll to Top