Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (19/11/2025) dengan penguatan. BEI mencatat IHSG dibuka naik 0,23 persen ke posisi 8.384,36, setelah mengalami tekanan pada sesi sebelumnya.
Meski demikian, laju IHSG sepanjang hari diperkirakan cenderung terbatas menjelang pengumuman BI Rate.
“IHSG berpotensi bergerak sideways, menunggu keputusan BI yang diperkirakan menahan suku bunga di 4,75 persen,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Fanny memproyeksikan level 8.300–8.350 sebagai area support, sementara resistansi berada pada 8.400–8.430. Pada perdagangan Selasa, IHSG terkoreksi 0,65 persen, disertai net sell asing sebesar Rp320 miliar, terutama pada saham BBCA, BRPT, ANTM, IMPC, dan MDKA.
Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar dan bukan disebabkan oleh tekanan domestik.
“Depresiasi rupiah lebih banyak dipicu ketidakpastian global dan sikap hati-hati investor,” ujarnya. Rully juga memperkirakan BI tetap mempertahankan BI Rate di 4,75 persen. (Sn)