IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Namun Risiko Koreksi Masih Membayangi

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Pada awal sesi, IHSG tercatat naik 0,49% ke level 9.054, didorong oleh penguatan 344 saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar Rp16.514,99 triliun.

Penguatan indeks pada pembukaan pasar mencerminkan sentimen positif pelaku pasar, meski pergerakannya masih dibayangi potensi koreksi lanjutan. Sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat menjadi penopang utama kenaikan IHSG, seiring masih terjaganya minat beli investor pada awal perdagangan.

Namun demikian, analis MNC Sekuritas menilai kondisi pasar saat ini masih rentan terhadap tekanan. Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa pelemahan IHSG sebenarnya telah diantisipasi dan berpeluang berlanjut dalam jangka pendek. Secara teknikal, IHSG diperkirakan tengah berada pada fase awal gelombang koreksi wave (iv) dari wave 5.

“Dengan posisi tersebut, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi ke area 8.710 hingga 8.887,” tulis MNC Sekuritas. Adapun di sisi atas, potensi penguatan indeks diperkirakan akan menguji area resistansi di kisaran 9.026 hingga 9.054.

Sejalan dengan pandangan tersebut, pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir juga dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung lebih berhati-hati terhadap dinamika global, termasuk arah kebijakan moneter bank sentral utama dan fluktuasi pasar keuangan internasional. CNBC Indonesia sebelumnya melaporkan bahwa pelaku pasar saat ini lebih selektif dalam melakukan akumulasi saham, terutama menjelang rilis data ekonomi global yang berpotensi memicu volatilitas.

Sementara itu, Bloomberg menyoroti bahwa penguatan IHSG di awal perdagangan kerap bersifat teknikal dan belum sepenuhnya mencerminkan perubahan fundamental, sehingga potensi koreksi jangka pendek masih terbuka.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diimbau tetap mencermati level support dan resistance IHSG serta memperhatikan manajemen risiko dalam mengambil keputusan investasi, khususnya bagi investor jangka pendek. (Sn)

Scroll to Top