Jakarta|EGINDO.co Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (11/3/2026) sesi pertama berakhir di zona merah tipis setelah sebelumnya sempat dibuka menguat. Tekanan jual yang muncul menjelang jeda siang membuat indeks terkoreksi 0,04% atau sekitar beberapa poin ke level 7.437,81.
Pada awal perdagangan, optimisme pelaku pasar sempat mendorong IHSG bergerak positif. Namun, seiring berjalannya sesi pagi, aksi ambil untung pada sejumlah saham berkapitalisasi besar menahan laju penguatan indeks. Kondisi ini mencerminkan sikap investor yang cenderung berhati-hati di tengah dinamika pasar global.
Sejumlah saham yang terafiliasi dengan kelompok konglomerasi menjadi penekan indeks pada sesi pertama. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), serta PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) tercatat bergerak melemah dan memberikan kontribusi pada koreksi IHSG. Pelemahan tersebut terjadi seiring meningkatnya tekanan jual di sektor energi dan komoditas.
Di sisi lain, beberapa saham lain masih menunjukkan kinerja positif dan berhasil menahan penurunan indeks agar tidak semakin dalam. Penguatan pada sejumlah saham sektor konsumsi dan keuangan membantu menjaga stabilitas pergerakan pasar pada sesi pagi.
Sentimen eksternal juga turut memengaruhi arah perdagangan domestik. Sejumlah pelaku pasar mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk pergerakan suku bunga serta dinamika pasar komoditas. Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa investor global saat ini cenderung mengambil posisi defensif sambil menunggu sinyal kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia.
Sementara itu, analis pasar yang dikutip oleh Bloomberg menilai volatilitas di bursa Asia masih relatif tinggi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga investor regional, termasuk di Indonesia, memilih untuk lebih selektif dalam menempatkan dana pada aset berisiko.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mencermati sejumlah katalis penting pada perdagangan sesi kedua, mulai dari arus dana asing, pergerakan harga komoditas, hingga sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah IHSG hingga penutupan perdagangan hari ini. (Sn)