IHSG Melemah ke 8.289, Tekanan Jual Dominasi Sesi I

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Kamis (19/2/2026) di zona merah. Pelemahan pasar terjadi di tengah dominasi aksi ambil untung investor meskipun sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan tajam.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, IHSG terkoreksi 0,25 persen ke level 8.289,08. Nilai transaksi tercatat cukup besar mencapai Rp16,41 triliun, mencerminkan aktivitas jual beli yang tetap ramai di tengah tekanan pasar.

Secara keseluruhan, pergerakan saham menunjukkan tekanan jual lebih kuat. Sebanyak 369 saham ditutup melemah, sementara 308 saham menguat dan sisanya stagnan. Kondisi ini menandakan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, terutama setelah reli yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah analis menilai pelemahan IHSG lebih dipengaruhi faktor teknikal, yakni aksi profit taking pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya mengalami penguatan signifikan. Di sisi lain, minat beli selektif masih terlihat pada saham lapis menengah dan kecil yang didorong sentimen korporasi maupun spekulasi jangka pendek.

Laporan pasar yang dirilis media internasional seperti Bloomberg dan Reuters juga menyoroti bahwa pergerakan bursa kawasan Asia cenderung variatif. Investor global masih mencermati arah kebijakan suku bunga serta dinamika ekonomi dunia yang memengaruhi aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar memperkirakan IHSG berpotensi bergerak fluktuatif hingga penutupan perdagangan, seiring investor menunggu katalis baru baik dari dalam negeri maupun global. Sentimen makroekonomi, nilai tukar rupiah, serta pergerakan harga komoditas dipandang masih menjadi faktor utama yang menentukan arah indeks dalam jangka pendek. (Sn)

Scroll to Top