IHSG Melemah di Sesi I, Sentimen Geopolitik Tekan Pasar Saham Domestik

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG terkoreksi 1,21% atau sekitar 88 poin ke level 7.214, setelah sempat dibuka menguat di posisi 7.313.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang kembali membayangi pasar keuangan. Salah satu pemicunya adalah memanasnya tensi geopolitik setelah Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan volatilitas di pasar global.

Tim analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa pergerakan pasar masih dipengaruhi kuat oleh faktor eksternal. Penolakan Iran terhadap proposal Amerika Serikat mencerminkan masih adanya perbedaan kepentingan yang tajam, sehingga berpotensi memperpanjang ketidakpastian global.

Dalam proyeksinya, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas pada kisaran 7.200 hingga 7.300 pada sesi perdagangan berikutnya.

Di sisi lain, analis Mirae Asset Sekuritas menilai penguatan di awal perdagangan belum bisa dijadikan sinyal pembalikan arah tren. Mereka menyoroti masih adanya sejumlah risiko, mulai dari arah kebijakan global, prospek peringkat kredit, hingga isu terkait indeks saham.

Sejumlah media internasional seperti Bloomberg dan Reuters juga melaporkan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menekan sentimen investor global, termasuk di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Secara sektoral, tekanan terdalam terjadi pada saham-saham di sektor energi, industri, dan teknologi yang menjadi penopang utama pelemahan IHSG pada sesi pertama.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif sambil menunggu perkembangan lebih lanjut terkait dinamika geopolitik dan arah kebijakan global. (Sn)

Scroll to Top