IHSG Diprediksi Stagnan Akibat Sepi Katalis

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan indeks saham hari ini diprediksi akan stagnan karena pasar saham sepi katalis yang dapat memicu pergerakan saham secara dramatis.

“Hari ini IHSG berpotensi sideways (stagnan) karena masih sepi katalis. Level support IHSG di 6.820-6.840, sedangkan level resist berada di 6.920-6.950,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam analisisnya, Rabu (26/5/2024).

IHSG turun tipis 0,09 persen atau 6,5 poin, berada pada level 6.882 dalam penutupan perdagangan Selasa kemarin. Fanny juga mengatakan, dalam perdagangan kemarin masih terjadi net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp737 miliar.

Kondisi bursa global juga masih bervariasi. Di Wall Street, Amerika Serikat, Nasdaq Composite menguat 1,26 persen didukung kenaikan saham Nvidia dan megacaps teknologi lainnya.

Baca Juga :  Pertamina Akan Selesaikan Pengeboran Tiga Sumur Di Sumsel

Dow Jones tergelincir 0,76 persen karena pengecer dan investor menunggu data inflasi yang akan dirilis pekan ini. Sedangkan, indeks S&P 500 naik 0,39 persen.

“Data ekonomi yang paling dinanti minggu ini adalah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). Data yang akan dirilis Jumat lusa ini menjadi ukuran inflasi pilihan The Fed,” ujar Fanny.

Bursa di kawasan Asia-Pasifik sebagian besar naik pada Selasa kemarin. Fanny menilai pergerakan saham-sahamnya tidak terpengaruh oleh penurunan saham-saham teknologi besar di AS.

Menurutnya, investor di Asia akan menilai Indeks Sentimen Konsumen Korea Selatan pada bulan Juni. Termasuk indeks harga produsen sektor jasa di Jepang.

Indeks harga produsen untuk sektor jasa Jepang tumbuh sebesar 2,5 persen secara tahunan pada bulan Mei. Pertumbuhannya melambat dibandingkan April yang tumbuh 2,7 persen.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Stagnan Dipengaruhi Pasar Tunggu Data Inflasi

Sedangkan, tambahnya, keyakinan konsumen di Korea Selatan meningkat pada bulan Juni dengan indeks naik menjadi 100,9. Angkanya naik tajam dibandingkan bulan Mei yang indeksnya tercatat 98,4.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,95 persen, Topix meningkat 1,7 persen, Kospi juga menguat 0,35 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 meningkat 1,36 persen dan Hang Seng Hong Kong menguat 0,25 persen.

Di Asia, lanjutnya, hanya Shanghai dan FTSE Malay yang melemah. Pelemahannya masing-masing sebesar 0,44 persen dan 0,27 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :
Scroll to Top