IHSG Diprediksi ‘Rebound’ Setelah Terperosok ke Level 7.164

Papan informasi saham di Gedung Bursa Efek Indonesia
Papan informasi saham di Gedung Bursa Efek Indonesia

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berbalik menguat (rebound) hari ini. Kemarin, IHSG terperosok ke zona merah, turun 122 poin (1,68 persen) ke level 7.164.

“Hari ini IHSG berpotensi teknikal rebound. Level support berada di 7.070-7.140 dan level resist berada di 7.200-7.230,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya, Rabu (17/4/2024).

Pelemahan kemarin, menurut Fanny, disertai dengan net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp2,46 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, TLKM, ASII, dan BMRI.

Pada Selasa sore, hampir seluruh bursa saham di kawasan Asia Pasifik berguguran. Sementara, bursa saham di Wall Street Amerika Serikat bergerak bervariasi.

Baca Juga :  Minyak Naik Ditengah Meningkat Kekhawatiran Konflik Ukraina

Dow Jones naik 0,17 persen, S&P 500 kehilangan 0,21 persen, dan Nasdaq Composite kehilangan 0,12 persen. Dow Jones naik karena dorongan dari hasil kuartalan UnitedHealth Group yang lebih baik dari perkiraan.

“Pergerakan indeks saham di Wall Street dipengaruhi oleh  kenaikan imbal hasil US Treasury (surat utang AS). Investor mempertimbangkan kemungkinan jalur suku bunga dalam perekonomian AS yang tangguh dengan inflasi yang terus-menerus,” ujar Fanny.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, data inflasi terbaru belum memberikan kepercayaan yang cukup untuk segera melonggarkan kredit. Bank sentral AS mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Di kawasan Asia-Pasifik, indeks saham kompak berguguran yang dipengaruhi situasi konflik di Timur Tengah.  Ekspektasi pasar juga berubah karena menguatnya dolar AS dan pertumbuhan ekonomi yang kuat di AS.

Baca Juga :  Pengrajin Batik Kaputren Malang Didukung PT Ekamas Fortuna

Indeks TAIEX Taiwan anjlok 2,68 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 1,94 persen, Hang Seng Hong Kong turun 2,12 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan terkoreksi 2,28 persen dan ASX 200 Australia melemah 1,81 persen.

“Greenback (dolar AS)  menguat karena inflasi yang masih stagnan. Investor menurunkan ekspektasi mengenai waktu penurunan suku bunga dan pemangkasan yang lebih sedikit oleh The Fed,” ucap Fanny menutup analisisnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :