IHSG Diperkirakan Terkoreksi

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi (melemah), Jumat (15/3/2024). IHSG naik 12 poin (0,16 persen), sehingga posisi IHSG mencapai level 7.433,31, pada penutupan perdagangan Kamis pekan ini.

“Hari ini IHSG berpotensi terkoreksi terbatas. Level resistance 7.450-7.480 dan level support 7.350-7.380,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman.

​Tim analis BNI Sekuritas menyebutkan, kenaikan IHSG pada Kamis kemarin disertai net buy (beli bersih) asing sebesar Rp1,78 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, AMRT, ASII, dan TLKM.

Indeks saham di bursa Indonesia naik di tengah  pergerakan indeks saham bursa kawasan Asia-Pasifik yang bervariasi. Sementara, indeks saham di Wall Street Amerika Serikat ditutup melemah.

Baca Juga :  Harga Rumah Pribadi Di Singapura Bangkit Kembali

Dow Jones turun 0,35 persen, indeks S&P 500 melemah 0,29 persen dan Nasdaq Composite turun 0,30 persen. Pelemahan dipengaruhi oleh saham-saham pembuat chip yang memperpanjang kerugian untuk hari kedua.

Sementara indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat yang melonjak mempengaruhi sentimen para investor. Mereka bertanya-tanya apakah The Fed mungkin menunggu lebih lama dari perkiraan untuk memangkas suku bunga.

Data menunjukkan harga produsen AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Februari. Kenaikan PPI disebabkan oleh harga barang seperti bensin dan makanan yang melonjak.

Bursa Asia-Pasifik, berdasarkan analisis Tim BNI Sekuritas, cenderung bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,262 persen, pun KOSPI Korsel 0,94 persen, dan Straits Times Singapura 0,81 persen.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Ke Zona Merah

Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,71 persen dan Shanghai Composite Tiongkok melemah 0,18 persen. Begitu pula dengan indeks saham ASX 200 Australia turun 0,20 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :