IHSG Dibuka Menguat, Pasar Cermati Rilis Pertumbuhan Ekonomi 2025

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, di zona hijau. Pada sesi pembukaan, indeks tercatat berada di level 8.154,60 atau menguat tipis dibandingkan posisi penutupan Rabu sebelumnya di level 8.146. Kenaikan ini menandai penguatan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, meskipun tekanan arus keluar modal asing masih membayangi pergerakan pasar.

Data perdagangan menunjukkan aksi jual investor asing di pasar reguler masih cukup besar dengan nilai net outflow sekitar Rp1,4 triliun. Sejumlah saham menjadi kontributor utama aliran dana keluar, di antaranya BUMI, ANTM, dan ASII. Di sisi lain, minat beli asing tetap terlihat pada saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI, walau dua nama terakhir sempat mengalami tekanan jual dalam beberapa hari sebelumnya.

Pelaku pasar pada hari ini juga mencermati rilis data makroekonomi domestik, khususnya pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 serta capaian sepanjang tahun 2025 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Analis memperkirakan ekonomi nasional masih menunjukkan ketahanan. Proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2025 diperkirakan mencapai sekitar 5,1 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar 5 persen. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat pada akhir tahun, peningkatan investasi, serta sikap kebijakan moneter Bank Indonesia yang relatif akomodatif dinilai menjadi penopang utama.

Pandangan serupa juga banyak disoroti oleh sejumlah ekonom di berbagai media, seperti Bisnis Indonesia dan Kontan, yang menilai stabilitas konsumsi domestik dan belanja investasi masih menjadi motor pertumbuhan di tengah dinamika global.

Namun demikian, tidak semua pelaku pasar bersikap optimistis terhadap pergerakan indeks jangka pendek. BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas seiring sikap wait and see investor menjelang rilis data ekonomi tersebut. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak pada rentang support 8.030–8.120, dengan area resistance di kisaran 8.200–8.230.

Dengan kombinasi sentimen global, arus dana asing, dan penantian data fundamental domestik, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan tetap fluktuatif meski dibuka di teritori positif. (Sn)

Scroll to Top