IHSG Dibuka Menguat, Optimisme Investor Bertahan di Tengah Sentimen Global Beragam

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan kecenderungan positif. Pada pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat berada di level 8.946, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 8.944,81.

Penguatan ini melanjutkan tren kenaikan yang terjadi pada Rabu, seiring masuknya aliran dana asing ke pasar saham domestik. Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sekitar Rp230 miliar, dengan saham-saham berkapitalisasi besar seperti ANTM, BBRI, INCO, ASII, dan TINS menjadi tujuan utama akumulasi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai pergerakan IHSG masih menyimpan peluang untuk melanjutkan penguatan sepanjang mampu bertahan di atas level psikologis 8.900. Menurutnya, area 8.900–8.930 menjadi zona support penting, sementara potensi penguatan dibayangi oleh resistansi di kisaran 8.970 hingga 9.000. “Hari ini, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan jika kuat bertahan di level support 8.900,” ujarnya.

Dari sisi global, sentimen pasar cenderung beragam. Bursa saham Wall Street justru ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,94 persen, S&P 500 terkoreksi 0,34 persen, sementara Nasdaq Composite masih mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,16 persen. Pelemahan di pasar AS terutama dipicu tekanan pada saham sektor keuangan dan energi.

Koreksi tersebut juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut otoritas sementara Venezuela berencana menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada AS. Pernyataan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi kelebihan pasokan minyak di pasar global.

Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia-Pasifik berlangsung variatif. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong masing-masing melemah lebih dari 0,9 persen. Bursa saham Tiongkok dan Taiwan juga ditutup di zona merah. Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan dan ASX 200 Australia masih mampu menguat.

Menurut analis, dinamika pasar Asia turut dipengaruhi oleh meningkatnya tensi hubungan antara Tiongkok dan Jepang, menyusul rencana Beijing memperketat ekspor barang-barang tertentu ke Negeri Sakura, terutama yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Sentimen eksternal ini menjadi faktor yang perlu terus dicermati pelaku pasar di tengah optimisme domestik yang masih terjaga. (Sn)

Scroll to Top