Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, dengan pergerakan positif. Pada awal sesi, IHSG tercatat menguat ke level 8.942,91, didorong oleh kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Kendati dibuka di zona hijau, prospek pergerakan IHSG sepanjang hari diperkirakan tidak sepenuhnya solid. Tekanan koreksi dinilai masih berpotensi muncul, seiring meningkatnya sikap hati-hati investor terhadap dinamika pasar ke depan.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memproyeksikan IHSG akan bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Menurutnya, kegagalan indeks untuk bertahan di atas level psikologis 9.000 menjadi sinyal teknikal yang patut dicermati oleh pelaku pasar.
“IHSG berpotensi menguji area support di kisaran 8.725 hingga 8.800,” ujar Valdy dalam riset hariannya.
Lebih lanjut, Valdy menilai tekanan yang muncul bukan semata bersumber dari faktor teknikal, melainkan juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang bersifat antisipatif. Pasar disebut mulai memperhitungkan dampak dari rencana pengumuman kebijakan baru terkait perhitungan free float oleh MSCI yang dijadwalkan pada akhir bulan ini.
“Pelemahan ini disinyalir sebagai bentuk kehati-hatian pasar dalam menyikapi perubahan metodologi MSCI, yang berpotensi memengaruhi bobot dan aliran dana asing pada saham-saham tertentu,” jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan saham-saham berfundamental kuat, sembari menjaga strategi investasi yang lebih selektif. Volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan dalam jangka pendek, terutama menjelang rilis kebijakan global dan penyesuaian indeks internasional.
Ke depan, arah pergerakan IHSG akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global, termasuk respons pasar terhadap kebijakan indeks global, pergerakan saham-saham unggulan, serta sentimen makroekonomi yang berkembang. (Sn)