Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis pagi (12/3/2026) dengan tekanan jual sehingga bergerak di zona merah. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan bervariasi sejumlah sektor saham di Bursa.
Pada pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 20,799 poin setara 0,28 persen ke level 7.368,6. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor pada awal sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Tekanan terhadap indeks terutama berasal dari beberapa sektor utama. Saham-saham di sektor infrastruktur, kesehatan, keuangan, serta perindustrian tercatat mengalami penurunan sehingga menahan laju indeks pada awal sesi.
Sebaliknya, sebagian sektor masih menunjukkan kinerja positif. Saham pada sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan sekitar 0,41 persen. Selain itu, sektor energi dan teknologi juga bergerak menguat sehingga sedikit menahan penurunan IHSG secara keseluruhan.
Sejumlah analis menilai pergerakan indeks pada awal perdagangan masih dipengaruhi oleh sentimen global serta aksi ambil untung investor setelah penguatan pada sesi sebelumnya. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung melakukan transaksi secara selektif sambil menunggu sentimen baru yang lebih kuat.
Media internasional seperti Reuters juga mencatat bahwa pergerakan pasar saham di kawasan Asia cenderung beragam seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga global. Sementara itu, laporan Bloomberg menyebutkan volatilitas di pasar berkembang, termasuk Indonesia, masih dipengaruhi oleh arus modal asing dan pergerakan nilai tukar.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen eksternal maupun data ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. (Sn)