IHSG Dibayangi Awan Merah: Tekanan Global dan Depresiasi Rupiah Jadi Beban Utama

1777335964204

Jakarta|EGINDO.co Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi belum akan beranjak dari zona merah pada sesi perdagangan Selasa (28/4/2026). Setelah tergelincir 0,32% ke angka 7.106 pada penutupan Senin kemarin, indeks kini berada dalam posisi rentan untuk merosot lebih dalam menuju area 7.022 hingga 7.092.

Penurunan ini secara teknikal dipicu oleh aksi lepas saham yang masih mendominasi pasar, seiring dengan upaya indeks menutup celah harga (gap) yang terbentuk pada periode sebelumnya.

Sentimen Geopolitik dan Nilai Tukar

Kondisi pasar saat ini tengah dijepit oleh faktor eksternal dan domestik yang kurang menguntungkan:

Geopolitik Timur Tengah: Memanasnya situasi di kawasan tersebut memicu kekhawatiran atas gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz. Hal ini mengerek harga komoditas energi global yang berimbas pada sulitnya menekan angka inflasi.

Tekanan Kurs: Nilai tukar Rupiah terpantau masih loyo di kisaran Rp17.315 per dolar AS. Lemahnya mata uang Garuda ini, ditambah dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi, diprediksi bakal membebani sektor logistik dan menggerus daya beli masyarakat.

Merespons ketidakpastian global ini, Bank Indonesia tetap mengambil langkah defensif dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% guna menjaga stabilitas moneter dalam negeri.

Peta Teknis dan Pergerakan Saham

Berdasarkan analisis pergerakan pasar, IHSG hari ini memiliki batas bawah (support) di level 7.022 hingga 6.917. Di sisi lain, potensi pembalikan arah atau hambatan atas (resistance) diproyeksikan berada pada rentang 7.313 sampai 7.484.

Dalam peta sektoral, sejumlah saham raksasa (big caps) menunjukkan kinerja yang kontras:

Melemah: Emiten perbankan kelas berat seperti BBCA dan BBRI, serta emiten petrokimia TPIA terpantau mengalami koreksi.

Menguat: Di tengah tekanan, saham AMMN dan TLKM justru berhasil mencatatkan rapor hijau.

Rekomendasi Analis

Meski dibayangi sentimen negatif, para pelaku pasar tetap mencermati peluang pada beberapa saham pilihan. MNC Sekuritas memberikan radar hijau bagi investor untuk memperhatikan pergerakan saham berikut:

ARCI (Archi Indonesia Tbk)

MIDI (Midi Utama Indonesia Tbk)

MINA (Sanurhasta Mitra Tbk)

TINS (Timah Tbk)

Investor disarankan untuk tetap waspada dan menerapkan strategi wait and see mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi akibat ketidakpastian tensi global. (Sn)

Scroll to Top