IHSG Bersiap Tembus Rekor Tertinggi

Karyawan mengamati harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020).
Karyawan mengamati harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Jakarta | EGINDO.com        -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,36% atau 89,210 poin ke level 6.626,11 pada perdagangan Kamis (14/10/2021).

IHSG makin mendekati level tertinggi 6.689,29 yang tercatat pada 19 Februari 2018. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, saat ini posisi IHSG sudah berada di akhir wave (v) dari wave [iii] dari wave A.

Sehingga, meskipun masih berpeluang menguat tapi sudah relatif terbatas. IHSG rawan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave [iv] pada perdagangan Jumat (15/10/2021).

Potensi koreksi wave [iv] ini berada pada rentang 6.440-6.610. Level support berada di 6.392 dan 6.263 serta resistance di 6.680 dan 6.690.

Herditya menilai saham-saham seperti AUTO, BFIN, MEDC, dan MYOR bisa dicermati untuk perdagangan hari ini.

Pada perdagangan kemarin (14/10), saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) ditutup menguat 3,6% ke level Rp 1.140 disertai dengan meningkatnya tekanan beli.

Posisi AUTO saat ini diperkirakan sudah berada di akhir wave (iii) dari wave [c] dari wave B.

Dengan demikian, penguatan AUTO diperkirakan sudah relatif terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave (iv) dahulu.

Oleh karena itu pelaku pasar bisa manfaatkan koreksi ini untuk melakukan buy on weakness AUTO di Rp 1.100-Rp 1.130, dengan target harga Rp 1.170 dan Rp 1.200. Sementara stop loss di bawah Rp 1.075.

Pada perdagangan kemarin (14/10), saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) ditutup menguat 2,6% ke level Rp 980.

“Selama tidak terkoreksi ke bawah Rp 945 sebagai level support, maka posisi BFIN saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (B) sehingga BFIN berpeluang melanjutkan penguatannya,” ujar Herditya dalam riset, Jumat (15/10).

Baca Juga :  Harga Emas Batangan Antam Naik Jadi Rp918.000 per Gram

Ia memberikan rekomendasi spekulatif buy di Rp 960-Rp 980 dengan target harga di Rp 1.075 dan Rp 1.170. Stop loss di bawah Rp 945.

Selanjutnya, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) ditutup menguat 0,8% ke level 615 pada perdagangan kemarin (14/10/2021).

Herditya memperkirakan, posisi MEDC saat ini sedang berada di wave (iv) dari wave [iii] dari wave 3, sehingga MEDC masih rawan terkoreksi bila belum mampu break 635.

Investor juga bisa manfaatkan koreksi ini untuk buy on weakness di Rp 575- Rp 610, dengan target harga Rp 650, Rp 710. Stop loss di bawah Rp 570.

Terakhir, saham PT Mayora Indah (MYOR) ditutup menguat 5,4% ke level 2.550 pada perdagangan kemarin (14/10), pergerakan MYOR break dari MA200-nya dengan diikuti peningkatan pembelian.

Dia memperkirakan, saat ini posisi MYOR sedang berada di awal wave [iii] dari wave C dan akan lebih terkonfirmasi apabila mampu break dari Rp 2.570 sebagai resistance.

Herditya merekomendasi buy on breakout Rp 2.570 dengan target harga Rp 2.630, Rp 2.770. Stop loss di bawah Rp 2.310.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :