Jakarta|EGINDO.co Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), setelah mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG tercatat turun 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07, mencerminkan tingginya aksi jual yang terjadi di pasar saham domestik.
Pelemahan indeks terjadi di tengah berbagai sentimen negatif yang membayangi pasar keuangan. Selain tekanan dari pergerakan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS, investor juga masih mencermati perkembangan ekonomi global dan arus modal asing yang cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko. Kondisi tersebut turut menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks.
Sepanjang perdagangan Rabu (3/6/2026), aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia tetap berlangsung cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp25,19 triliun dan volume perdagangan sekitar 36,2 miliar saham. Namun, mayoritas saham ditutup di zona merah, dengan saham-saham sektor pertambangan seperti AMMN, MDKA, DEWA, ANTM, dan ADMR menjadi kontributor utama pelemahan IHSG.
Memasuki perdagangan Kamis (4/6/2026), tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase koreksi dan berpotensi bergerak menuju area 5.755 hingga 5.814. Sementara itu, peluang penguatan jangka pendek diperkirakan berada pada kisaran 5.958 hingga 5.984. Adapun level support diproyeksikan berada di 5.899 dan 5.755, sedangkan level resistance berada pada 6.111 dan 6.286.
Sejumlah analis pasar yang dikutip oleh media ekonomi nasional juga menilai pergerakan IHSG masih rentan terhadap tekanan dalam jangka pendek. Sentimen eksternal seperti penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, serta fluktuasi harga komoditas diperkirakan akan terus memengaruhi arah pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang Kamis (4/6/2026).
Untuk strategi perdagangan, MNC Sekuritas merekomendasikan investor mencermati peluang buy on weakness pada saham AADI, BMRI, dan BUMI. Sementara itu, saham MEDC dinilai menarik untuk strategi trading buy seiring potensi pergerakan teknikal yang masih cukup positif.
Dengan masih kuatnya sentimen negatif yang membayangi pasar, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham serta memperhatikan perkembangan pasar global dan domestik selama perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. (Sn)