IHSG Berpeluang Terkoreksi di Akhir Pekan, Analis Soroti Saham ARCI, CDIA, INCO, dan NICL

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Meski demikian, sejumlah analis tetap melihat peluang transaksi pada beberapa saham tertentu yang dinilai menarik untuk dicermati investor.

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG pada Kamis (5/3/2026) ditutup menguat cukup tajam. Indeks naik 133,47 poin atau sekitar 1,76% sehingga bertengger di level 7.710,53. Penguatan tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas pembelian di pasar saham domestik.

Namun demikian, tim riset dari MNC Sekuritas menilai pergerakan indeks masih menyimpan potensi konsolidasi dalam jangka pendek. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang mengalami penurunan terbatas sebelum melanjutkan arah berikutnya. Dalam analisisnya, area support indeks berada di kisaran 7.311 hingga 7.391, sedangkan level resistance diperkirakan berada pada rentang 7.934 sampai 8.154.

Pandangan yang hampir serupa juga disampaikan analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas. Mereka memperkirakan IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasi dengan kisaran support di sekitar 7.460 dan resistance di area 7.860.

Di tengah potensi pergerakan yang fluktuatif tersebut, analis menyoroti beberapa saham yang dinilai memiliki peluang pergerakan menarik pada perdagangan hari ini, antara lain:

1. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Saham perusahaan tambang emas ini ditutup menguat tipis pada sesi sebelumnya. Selama harga masih mampu bertahan di atas area stoploss, ARCI dinilai berpeluang melanjutkan penguatan.

  • Area beli: 1.750–1.785

  • Target harga: 1.935–2.160

  • Stoploss: di bawah 1.725

2. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
Pergerakan saham CDIA masih berpotensi mengalami tekanan jual. Meski demikian, investor dapat mempertimbangkan strategi beli bertahap ketika harga melemah.

  • Area beli: 725–865

  • Target harga: 975–1.245

  • Stoploss: di bawah 690

3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Emiten nikel ini sempat mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Namun secara teknikal, saham INCO dinilai berpeluang melakukan rebound dalam jangka pendek.

  • Area beli: 6.075–6.325

  • Target harga: 6.500–7.000

  • Stoploss: di bawah 5.950

4. PT PAM Mineral Tbk (NICL)
NICL mencatat lonjakan harga yang cukup signifikan dengan dukungan peningkatan volume transaksi. Kondisi tersebut membuka peluang lanjutan tren kenaikan dalam jangka pendek.

  • Area beli: 995–1.035

  • Target harga: 1.110–1.205

  • Stoploss: di bawah 955

Sementara itu, analis dari BNI Sekuritas juga mengingatkan bahwa pasar saham domestik masih berpotensi bergerak volatil. Hal ini dipengaruhi oleh dinamika global serta aktivitas investor asing yang masih cenderung melakukan aksi jual pada beberapa sesi perdagangan terakhir.

Dengan posisi IHSG yang telah mengalami kenaikan cukup signifikan pada hari sebelumnya, pelaku pasar disarankan tetap berhati-hati terhadap kemungkinan aksi ambil untung menjelang akhir pekan. Memperhatikan batas support dan resistance menjadi strategi penting bagi investor yang melakukan transaksi jangka pendek di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. (Sn)

Scroll to Top