Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, setelah ditutup melemah pada sesi perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. Koreksi yang terjadi dinilai sebagai bagian dari pergerakan wajar pasar setelah penguatan signifikan dalam beberapa hari sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, IHSG terkoreksi 0,28% dan berakhir di level 5.886,03. Pelemahan tersebut dipengaruhi tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang mendorong indeks kembali ke zona merah setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi.
Tim riset MNC Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Indeks diperkirakan berpotensi menguji area 6.065 hingga 6.256. Sementara itu, level support diperkirakan berada di kisaran 5.594 dan 5.344, sedangkan level resistance berada pada area 5.941 hingga 6.065.
Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, antara lain MEDC, PGAS, SMDR, dan VKTR. Saham-saham tersebut dinilai masih memiliki peluang pergerakan positif seiring potensi rebound pasar.
Pandangan serupa juga disampaikan Sinarmas Sekuritas yang menilai pasar saham Indonesia mulai memasuki fase pemulihan setelah mengalami tekanan cukup panjang sejak awal tahun. Meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell), penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan mulai pulihnya optimisme pelaku pasar.
Sejumlah media ekonomi nasional seperti Investor.id dan Brights by BRI Danareksa Sekuritas juga menyoroti bahwa valuasi banyak saham unggulan saat ini masih tergolong menarik. Namun, investor tetap diminta mewaspadai berbagai sentimen eksternal, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah, arah suku bunga global, serta dinamika ekonomi internasional yang masih berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.
Dengan kondisi tersebut, investor jangka menengah dan panjang disarankan memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat, sambil terus memantau perkembangan arus modal asing dan sentimen pasar global. (Sn)