IHSG Berpeluang Menguat, Pasar Menanti Keputusan The Fed

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada Rabu, 10 Desember 2025, setelah pada pembukaan perdagangan pagi ini indeks naik ke level 8.713,71. Kenaikan tersebut menjadi sinyal pemulihan setelah pelemahan pada perdagangan sehari sebelumnya.

Pada Selasa, 9 Desember 2025, IHSG ditutup melemah 0,61% ke posisi 8.657,17. Meski terkoreksi, investor asing tetap mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp69 miliar. Saham yang paling banyak diburu asing antara lain WIFI, BUMI, BMRI, TLKM, dan UNTR.

Dari pasar global, bursa saham dunia bergerak beragam. Investor masih menahan langkah sambil menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) yang akan dirilis pekan ini. Pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga, namun tetap mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati.

Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember mencapai 89%, meskipun bersifat hawkish cut, yakni penurunan suku bunga yang disertai pandangan ketat terhadap risiko inflasi. Sementara itu, peluang pemangkasan lanjutan pada Januari 2026 diperkirakan hanya 21%.

Dalam kondisi tersebut, saham-saham small cap dinilai paling peka terhadap perubahan kebijakan suku bunga dan berpotensi mencatatkan pergerakan lebih volatil apabila keputusan pemangkasan benar-benar terealisasi.

Dengan dukungan aliran dana asing serta sentimen positif menjelang keputusan The Fed, IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan sepanjang perdagangan. (Sn)

Scroll to Top