IHSG Berisiko Terkoreksi, Pasar Diwarnai Aksi Jual Asing

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko terkoreksi hari ini, Kamis (25/4/2024). Hal tersebut diperkirakan terjadi akibat pasar diwarnai aksi jual asing.

IHSG sempat naik 63,72 poin (0,90 persen), dalam penutupan perdagangan Rabu pekan ini. IHSG pun ditutup dengan level 7.174.

Penguatan IHSG tersebut masih disertai dengan net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp245 miliar. BNI Sekuritas menyebutkan, saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, ASII, ISAT, dan INCO.

“Hari ini IHSG berpotensi tes break resistance di 7.200, dan jika belum berhasil break, ada potensi kembali koreksi. Level support IHSG berada di 7.070-7.120 dan level resist berada di 7.200-7.240,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman.

Baca Juga :  Jokowi Ajak Dunia Wujudkan Tata Kelola Air Inklusif dan Berkelanjutan

​Fanny menambahkan, bursa saham global cenderung menguat saat perdagangan ditutup pada Rabu kemarin. Baik bursa di kawasan Asia Pasifik, maupun indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat.

“Di Wall Street, S&P 500 naik 0,02 persen, Nasdaq Composite 0,10 persen, Dow Jones turun 0,11 persen. Para investor mempertimbangkan kenaikan imbal hasil obligasi AS di tengah hasil positif perusahaan terutama dari raksasa teknologi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ada tujuh dari 11 sektor, S&P 500 misalnya memperoleh keuntungan. Saham-saham kebutuhan pokok konsumen, utilitas, kebijakan konsumen, dan real estate memimpin.

Dirinya melanjutkan, harga saham Tesla melonjak 12 persen, menyusul rencana baru pembuat kendaraan listrik itu. “Tesla menyatakan akan meningkatkan produksi dan meluncurkan model yang lebih terjangkau, untuk menutupi hasil kuartalan yang lemah,” ucapnya.

Baca Juga :  Karhutla Di Kabupaten Rokan Hulu Semakin Meluas

Selain itu, imbuhnya, bursa di kawasan Asia-Pasifik terdorong naik, seiring tekanan indeks dolar AS yang turun. Pengutan juga ditopang hasil laporan keuangan sejumlah emiten yang melampaui ekspektasi.

Bursa Jepang kompak menguat, Indeks Nikkei 225 melonjak 2,42 persen. Sementara Indeks Topix naik 1,67 persen.

“Di Jepang, investor menantikan keputusan kebijakan Bank Sentral Jepang akhir minggu ini. BoJ diperkirakan akan mempertahankan pengaturan moneter yang akomodatif,” kata Fanny.

Indeks Hang Seng Hongkong naik 2,21 persen dan Shanghai Composite Index terkerek 0,76 persen. Bursa Singapura Straits Times Index juga bergairah naik 0,62 persen, dan KOSPI Korea Selatan menguat 2,01 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :