IHSG Berbalik Menguat, Didorong Aksi Beli Asing dan Sentimen Global

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pemulihan pada sesi pertama perdagangan Selasa (17/3/2026), dengan kenaikan sebesar 1,15% ke posisi 7.102 hingga pukul 11.30 WIB. Penguatan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks sempat terkoreksi cukup dalam sebesar 1,61% ke level 7.022.

Menariknya, di tengah pelemahan pada hari sebelumnya, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp178 miliar. Sejumlah saham yang menjadi incaran pelaku pasar global antara lain EMAS, AADI, ARCI, BUMI, dan PTBA, yang dinilai masih memiliki prospek menarik dalam jangka pendek.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan (rebound) dengan kisaran level support di 6.950–7.000 dan resistance pada 7.080–7.130. Menurutnya, pergerakan indeks saat ini masih dipengaruhi dinamika global, khususnya lonjakan harga energi akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk Persia.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari pasar Amerika Serikat yang mengalami penguatan, terutama didorong oleh reli saham-saham berbasis teknologi dan kecerdasan buatan. Kondisi ini turut memberikan angin segar bagi pasar saham global, meskipun kawasan Asia-Pasifik masih bergerak variatif akibat tekanan dari kenaikan harga energi yang berpotensi memicu inflasi.

Sejumlah media seperti Bloomberg dan Reuters juga melaporkan bahwa lonjakan harga minyak dunia berisiko mendorong bank-bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat guna meredam tekanan inflasi.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan hari ini. Sebelumnya, pada Februari 2026, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75% sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Keputusan terbaru BI dinilai akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan. (Sn)

Scroll to Top