IHSG Anjlok 3,49 Persen di Awal Pekan, Sektor Perbankan Tertekan

Suasana di Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan papan elektronik informasi pergerakan IHSG
Suasana di Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan papan elektronik informasi pergerakan IHSG

Jakarta|EGINDO.co  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada awal perdagangan hari ini, Senin (24/3/2025). Berdasarkan data RTI Business pukul 10.00 WIB, IHSG melemah 3,49 persen atau turun 218 poin ke level 6.039.

Penurunan ini melanjutkan tren negatif dari akhir pekan lalu, di mana IHSG ditutup melemah 1,94 persen atau turun 123 poin ke level 6.258. Tekanan jual yang signifikan juga tercermin dari aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp2,3 triliun.

Saham-saham sektor perbankan menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing, di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Selain itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mengalami tekanan jual yang cukup besar.

Baca Juga :  PP 20/2024 tentang Perwilayahan Industri, bagaimana implementasinya terhadap industri

Potensi Rebound Pasca FTSE Rebalancing

Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi mengalami pemulihan secara teknikal (technical rebound) setelah adanya rebalancing indeks oleh FTSE pada Jumat pekan lalu.

“IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang support 6.150-6.200 dan resistance 6.300-6.400,” ujar Fanny.

Rebalancing merupakan proses penyesuaian berkala terhadap komposisi indeks saham dengan melakukan seleksi, penambahan, serta penghapusan saham dalam indeks tertentu.

Sentimen Global Masih Menekan Pasar Saham

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu ditutup menguat setelah mengalami tren penurunan selama empat pekan berturut-turut. Pelemahan sebelumnya dipicu oleh kekhawatiran terkait perang dagang, risiko resesi ekonomi, serta tekanan pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Baca Juga :  Korsel Wajibkan Tes Covid-19 Untuk Pelancong Hong Kong,Makau

Indeks S&P 500 tercatat naik 0,08 persen, Nasdaq Composite menguat 0,52 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,08 persen.

Di sisi lain, bursa saham Asia mengalami pelemahan pada akhir pekan lalu, yang dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap dampak tarif perdagangan Amerika Serikat terhadap ekonomi global.

“Selain itu, sejumlah bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed), Bank of Japan (BOJ), dan Bank of England (BOE), masih mempertahankan suku bunga di level yang sama,” kata Fanny.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal dan teknikal, IHSG diprediksi bergerak dalam pola konsolidasi sepanjang pekan ini dengan kisaran support di level 6.200, pivot di 6.250, dan resistance di 6.300.

Baca Juga :  Makanan Tinggi Kolesterol Jahat, Bahaya Bagi Jantung

Faktor eksternal, termasuk rilis data ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta kebijakan perdagangan Amerika Serikat, akan tetap menjadi perhatian utama bagi investor dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :
Scroll to Top