Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Di tengah gejolak pasar akibat rencana reklasifikasi status pasar modal Indonesia oleh MSCI Inc., CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terpantau mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kedatangan keduanya berlangsung ketika pasar saham domestik menghadapi tekanan jual masif. Sentimen rencana perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market oleh MSCI menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar.
Gejolak tersebut bahkan mendorong otoritas bursa memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit.
Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas dalam laporan Lunch Break, IHSG ditutup anjlok 10,76% pada akhir sesi pertama. Tekanan terbesar berasal dari saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau big cap yang mengalami koreksi signifikan.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) tercatat merosot 14,9%, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 14,8%.
Tekanan juga meluas ke sektor perbankan, terutama saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 14,0%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 12,3%, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 8,5%.
Koreksi tajam IHSG terjadi di tengah kondisi yang berlawanan dengan pasar regional. Mirae Asset Sekuritas mencatat mayoritas bursa saham Asia justru bergerak menguat pada perdagangan siang, mengikuti tren positif Wall Street pada malam sebelumnya.
Perbedaan arah tersebut menyoroti kuatnya tekanan spesifik yang dihadapi pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian terkait status klasifikasi MSCI.
Kedatangan Rosan Roeslani dan Sufmi Dasco Ahmad ke Gedung BEI berlangsung saat gejolak pasar mencapai titik krusial. Namun, belum terdapat keterangan mengenai agenda pertemuan maupun hasil pembahasan keduanya berdasarkan informasi yang tersedia dalam laporan ini.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi publik, bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing. (Sn)