ID Food Pasok 57,5 Ton Minyak Goreng Ke Pasar Tradisional

minyak goreng
Minyak Goreng (ilustrasi)

Jakarta | EGINDO.co         -Holding BUMN pangan atau ID Food kembali mendistribusikan minyak goreng kepada pedagang pasar tradisional sebanyak 57,5 ton untuk beberapa titik lokasi pasar di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sebelumnya, ID Food telah mendistribusikan 12 ton minyak goreng pada pekan lalu.

Pendistribusian minyak goreng dilakukan ke beberapa titik lokasi dan dilakukan bertahap diantaranya di Pasar Baleendah 12 Ton, Pasar Sunter 12,5 ton, Pasar Koja 12,5 ton, Pasar Cibubur 7,5 Ton, Pasar Kelapa Gading 3,7 Ton dan Pasar Rawamangun 3,7 Ton, dan Pasar PIK 5,6 Ton.

Arief menambahkan, ID Food akan mengoptimalkan seluruh anggota holding sektor perdagangan. “Untuk terus berkontribusi membantu pemerintah dalam hal ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Indah Kiat Pulp & Paper Telah Melunasi Obligasi Dan Sukuk

Sebagai upaya keterjangkauan harga minyak goreng, langkah ID Food dalam rencana ke depan turut mendistribusikan minyak goreng di seluruh kota di Indonesia.

“Pekan ini kami sudah lakukan pemetaan titik – titik lokasi pendistribusian minyak goreng kepada Pedagang Pasar di kota lainnya,” papar Arief.

Dirinya melanjutkan, tidak dapat dipungkiri memang di lapangan masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang wajar, oleh karenanya Holding Pangan akan terus berkoordinasi dengan para produsen dan Kementerian Perdagangan untuk membantu percepatan distribusi minyak goreng curah kepada para Pedagang Pasar.

“Distribusi minyak goreng akan dilakukan reguler sepanjang waktu,” papar Arief.

“Tentu, melibatkan berbagai pihak untuk rantai pasokan minyak termasuk Pemerintah Daerah, Swasta, Asosiasi dan Anggota sektor Perdagangan seperti Rajawali Nusindo dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ukraina Mulai Pembicaraan Dengan AS Jaminan Keamanan

Sebagaimana diketahui, hal ini sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengajak untuk bergotong royong membangun yang namanya ekosistem Indonesia.

Menteri Erick pun mengatakan mengenai isu minyak goreng diharapkan gotong royong dan kolaborasi bersama antara BUMN, Pemerintah Daerah, Pusat, maupun swasta.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :
Scroll to Top