IAEA; Tidak Ada Bahaya Setelah Serangan Drone Hantam Pembangkit Nuklir Rusia

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)

Wina | EGINDO.co – Badan pengawas nuklir PBB mengatakan pada Selasa (7 Oktober) bahwa “tidak ada dampak pada keselamatan nuklir” setelah sebuah pesawat nirawak (drone) menghantam menara pendingin PLTN Rusia.

Operator tenaga nuklir Rusia, Rosenergoatom, mengatakan di Telegram bahwa sebuah “drone tempur angkatan bersenjata Ukraina berusaha menyerang menara pendingin di PLTN Novovoronezh” di Rusia tengah pada malam hari dari Senin hingga Selasa.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan telah diberitahu oleh Rusia bahwa sebuah pesawat nirawak menghantam lokasi tersebut.

Tidak ada “dampak pada keselamatan nuklir dan tidak ada perubahan tingkat radiasi” di sana, kata IAEA di X.

Kepala badan tersebut, Rafael Grossi, “menegaskan kembali bahwa PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir) tidak boleh diserang,” tambah unggahan tersebut.

Rosenergoatom mengatakan bahwa pesawat nirawak itu “ditahan oleh cara teknis” di dekat PLTN, menyebabkannya meledak setelah bertabrakan dengan menara pendingin.

“Tidak ada kerusakan atau cedera,” kata operator, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut tidak memengaruhi operasional pembangkit listrik.

“Ini adalah tindakan agresi lain oleh Angkatan Bersenjata Ukraina terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia,” tambah Rosenergoatom.

Belum ada komentar langsung dari Ukraina.

Kyiv telah meningkatkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan minyak Rusia, yang dianggapnya sebagai respons yang sah terhadap ofensif Moskow dan serangan hariannya terhadap kota-kota Ukraina, yang terkadang menyebabkan jutaan orang kehilangan pemanas dan listrik.

Baik Moskow maupun Kyiv saling menuduh menyerang situs-situs nuklir selama perang tiga setengah tahun, yang memicu kekhawatiran akan insiden nuklir.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di selatan Ukraina, yang direbut pasukan Rusia tak lama setelah invasi pada tahun 2022, telah diputus dari jaringan listrik selama dua minggu.

Sekarang pembangkit listrik tersebut bergantung pada generator listrik cadangan untuk menjaga sistem pendingin dan keselamatan lainnya.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top