Hyundai buka pabrik EV berteknologi tinggi di Singapura

Hyundai buka pabrik EV di Singapura
Hyundai buka pabrik EV di Singapura

Singapura | EGINDO.co – Hyundai membuka pabrik kendaraan listrik berteknologi tinggi di Singapura pada Selasa (21 November) yang menurut raksasa otomotif Korea Selatan akan menjadi “pilar” strategi elektrifikasinya dalam beberapa dekade mendatang.

Setengah dari tugas di Pusat Inovasi Hyundai Motor Group Singapura akan dilakukan oleh 200 robot, dan akan menggunakan metode produksi baru yang tidak lagi menggunakan ban berjalan tradisional, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Fasilitas tersebut, yang telah beroperasi sejak awal tahun ini tetapi secara resmi dibuka pada hari Selasa, dapat memproduksi 30.000 kendaraan listrik per tahun, menurut perusahaan tersebut.

Pabrik di Singapura “akan menjadikan dirinya sebagai salah satu dari dua pilar inovasi Hyundai Motor Group yang akan memimpin masa depan perusahaan di era elektrifikasi selama 50 tahun ke depan”, kata pernyataan itu.

Baca Juga :  Amazon Menambah 200 Pekerjaan Baru Di Asia Square-Singapura

Fasilitas tersebut “menyinkronkan dunia virtual dan fisik secara real time”, memungkinkan manusia dan robot “untuk bekerja sama dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya”, tambahnya.

Karyawan manusia “dapat mensimulasikan tugas-tugas di ruang virtual digital – atau metaverse – sementara robot secara fisik memindahkan komponen di jalur produksi”.

Robot-robot tersebut akan melakukan perakitan, inspeksi dan pengorganisasian fasilitas produksi serta melakukan lebih dari 60 persen manajemen proses komponen, pemesanan dan transportasi.

Hal ini akan membebaskan manusia untuk fokus pada “tugas yang lebih kreatif dan produktif”, kata perusahaan itu.

Pihaknya tidak memberikan nilai investasinya namun laporan media sebelumnya menyebutkan nilai investasinya sebesar S$400 juta (US$300 juta).

Baca Juga :  Singapura-Vietnam Jajaki Konektivitas Udara Yang Lebih Kuat

Fasilitas tersebut saat ini memproduksi kendaraan listrik IONIQ 5 dan “robotaxi” IONIQ 5 yang sepenuhnya otonom, yang dapat beroperasi tanpa pengemudi. Hyundai akan mulai memproduksi sedan IONIQ 6 di pabriknya mulai tahun depan.

Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong, yang berbicara pada upacara pembukaan, mencatat bahwa beberapa dekade yang lalu Singapura merupakan pusat perakitan kendaraan, namun biaya tinggi memaksa perusahaan otomotif untuk beralih ke negara yang lebih murah.

“Sekarang secara tidak terduga kita melihat beberapa industri otomasi bernilai tinggi kembali hadir di Singapura karena…ada perubahan paradigma di seluruh industri otomotif,” katanya.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :