Jakarta|EGINDO.co Startup aggregator merek lokal, Hypefast, kian serius menapaki jalur menuju penawaran umum perdana saham (IPO) yang ditargetkan pada 2027. Perusahaan memilih fokus memperkuat fundamental bisnis serta membangun infrastruktur operasional yang terintegrasi sebagai bekal memasuki pasar modal.
Hypefast mengembangkan sistem operasional end-to-end yang mencakup pengendalian penuh mulai dari proses manufaktur, manajemen rantai pasok, hingga distribusi. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang brand lokal di bawah naungannya berlangsung berkelanjutan dan efisien.
Transformasi internal yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil. Sejak 2024, Hypefast telah mencatatkan EBITDA serta arus kas yang positif, sebuah indikator penting yang menegaskan kesiapan finansial perusahaan untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya, termasuk IPO.
Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menjelaskan bahwa lonjakan pertumbuhan brand lokal selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi industri. Pada periode tersebut, banyak merek baru bermunculan seiring pesatnya perkembangan marketplace dan media sosial. Namun, ketika pandemi berakhir dan tren mulai melandai, tidak sedikit brand yang akhirnya tumbang akibat lemahnya struktur operasional dan keterbatasan modal.
“Kami melihat banyak brand lokal yang sebenarnya berkualitas, tetapi tidak semuanya memiliki pondasi operasional, sumber daya manusia, dan dukungan permodalan yang cukup kuat untuk bertahan dalam jangka panjang. Di situlah Hypefast hadir, membangun sistem agar brand dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Achmad, Selasa (27/1/2026).
Strategi Hypefast sejalan dengan tren yang disorot sejumlah media nasional. Katadata.co.id sebelumnya melaporkan bahwa model bisnis brand aggregator dinilai mampu menjadi solusi bagi UMKM dan brand lokal untuk naik kelas, terutama di tengah persaingan ketat di ekosistem digital. Sementara itu, Kompas.com mencatat bahwa penguatan tata kelola, efisiensi operasional, serta profitabilitas menjadi faktor utama yang kini diperhatikan investor dalam menilai kesiapan startup menuju IPO, bukan lagi sekadar pertumbuhan agresif.
Dengan pendekatan yang lebih disiplin dan terukur, Hypefast optimistis dapat membawa brand-brand lokal Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh sebagai pemain yang kompetitif di pasar nasional maupun regional, sekaligus memenuhi ekspektasi pasar modal dalam beberapa tahun ke depan. (Sn)