Hutan Papua Makin Gundul, Kondisi Terkini Hasil Relis Nasa

Hutan Papua
Hutan Papua

Jakarta | EGINDO.co – Hutan Papua semakin gundul, benarkan? Relis Nasa dari hasil laporan Earth Observatory NASA mengenai gambar perbandingan antara wilayah hutan pada 20 November 2002 dengan kondisi 27 November 2019 lalu. Dalam laporan itu disebutkan terjadi deforestasi (pembabatan hutan) di wilayah Papua.

Laporan Earth Observatory NASA Earth Observatory NASA yang menjadi relis itu dibantah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Dua foto satelit NASA liputan 2001 dan 2019 tidak cukup untuk menggambarkan laju pergerakan deforestasi di konsesi sawit dari tahun ke tahun, dan tudingan deforestasi diarahkan kepada pemerintah saat ini,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Nunu Anugrah dalam keterangan tertulis.

KLHK menyebut foto satelit NASA tahun 2001 dan 2019 untuk tidak menimbulkan kegagalan persepsi yang luas dan untuk keadilan informasi bagi publik, maka dipandang perlu untuk KLHK menunjukkan foto liputan satelit secara series mulai 2009 di areal konsesi pada saat pelepasan kawasan hutan untuk izin sawit tersebut diberikan. Kemudian, dilanjutkan dengan penyajian foto satelit 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018.

Dikatakan data liputan satelit tahunan tersebut sangat penting untuk disajikan agar informasi data satelit tidak terputus jika hanya menyajikan foto satelit 2001 dan 2019 saja maka gambaran itu jelas membuat persepsi publik yang tidak tepat.

Pergerakan deforestasi tersebut terus meluas pada 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016. Secara umum, luasan deforestasi tidak mengalami pergerakan lagi berdasarkan foto satelit 2017 hingga 2020. Pergerakan deforestasi tersebut, dapat diperiksa secara mudah melalui Google Earth pada fitur data tahunan.

Tentu tidak relevan untuk menyimpulkan seolah-olah wajah hutan Papua telah gundul akibat deforestasi di konsesi yang hanya ditunjukkan oleh dua foto liputan satelit 2001 dan 2019. Luas Provinsi Papua setara sekitar 472 kali lipat luas DKI Jakarta. Hampir 70% hutan Papua berada dalam peta moratorium [email protected]

Baca Juga :  Peretas Tuntut US$70 Juta Setelah Serangan Ransomware

Bs/TimEGINDO.co

Bagikan :