Oleh: Hoesni El-Ibrahimy
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun TNI AL ke-79, salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Naval Base Open Day (NBOD). Secara sederhana dapat diartikan sebagai hari terbuka atau bersifat umum kegiatan TNI AL dengan masyarakat. Hari bergembira bersama masyarakat bisa juga Aku sampaikan. Terbukti, kegiatan ini yang dilaksanakan di Tanjung Uban, Bintan banyak diikuti oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini diselenggarakan pada Hari Sabtu, 7 September 2024 diseluruh lokasi keberadaan TNI AL.
Aku juga ikut hadir disana. Berangkat di hari Jum’at siang mendekati waktu ashar. Ya, Aku sempatkan salat ashar di Masjid Muhajirin Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. Aku malam itu menginap di Pesona Hotel. Esok paginya, Sabtu, 7 September 2024, acara NBOD dimulai dengan awal kegiatan adalah Senam SKJ – 88 di lapangan Hang Tuah Tanjung Uban.Kegiatan dari pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB dirangkai dengan kegiatan panggung hiburan, Bazar, makan gratis, atraksi prajurit mengatasi perompak diatas kapal, pengobatan gratis, open ship, pameran Alutsista, pembagian dorprize dan tentunya diadakan vicon terpusat tentang kegiatan yang sangat keren dan luar biasa. TNI AL manunggal bersama rakyat.
Kegiatan ramai dan semarak terlaksana dengan baik. Siang hari personel TNI AL yang datang dari Kota Batam dan Tanjungpinang kembali ke peraduan. Aku agak telat karena harus bermain ke Kapal perang. Usai salat dhuhur dan pukul 14.30 WIB saya pulang.Perjalanan pulang naik motor Nmax butuh perjuangan karena angin sangat kencang. Motor kadangkala di ayun kekanan dan kekiri.
Tak lama berjalan Aku berhenti sejenak mengambil foto salah satu cottage yang ada di Bintan. Tepatnya disebelah kiri jalan hendak ke Tanjungpinang. Cottagenya bernama de Bintan. Sesaat Aku buka hp ada pesan WA masuk dari temanku saat SMP N 3 Banda Aceh, Zaini, “Ayah Tu Sop sudah tiada.” Spontan saya ucapkan kalimah Innalillahi wainna ilaihi raji’un.
Aku masih antara yakin dan tidak. Tapi aku tidak buka mbah google. Aku mengejar waktu salat ashar agar bisa berjamaah disalah satu masjid. Nah, masjid Al-Ashri tujuan. Sambil istirahat mbah google Aku cari informasi dan benar adanya. Ayah Tu Sop, ulama Aceh, Calon Wakil Gubernur dan guru saya walau pun tak langsung belajar dengan beliau telah kembali kehadirat ilahi rabbi.
Aceh berduka. Aceh menangis disaat pesta Akbar bahagia PON Aceh – Sumut sesaat lagi berkumandang, pada saat itu Aceh diuji dengan meninggalnya Tgk. Muhammad Yusuf atau yang sering dipanggil Ayah Tu Sop. Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan ulama Dayah Aceh. Kesedihan sangat terasa. Lahul Al-fatihah Aku kirimkan.
Aku sudah kenal dengan almarhum saat dinas sebagai Pjs. Palaksa Lanal Lhokseumawe sekitar tahun 2021. Perkenalan bahagia ini saat almarhum berceramah disalah satu Dayah dekat Universitas Malikul Saleh arah ke Bandara Malikul Saleh di Lhokseumawe Setelah itu tidak pernah berjumpa lagi. Barulah sekitar satu setengah tahun, Aku berjumpa lagi dengan “Sang Pencerah” saat dinas lagi Lanal Sabang sebagai Palaksa Lanal.
Ayah Tu Sop diundang untuk memberikan ceramah. Kehadiran Almarhum Aku ketahui dari salah seorang anggota yang bertugas pengamanan di Pelabuhan Balohan Sabang. Aku sudah berpesan jika ada Ulama dan Umara yang ke Sabang mohon diinformasikan. Rupanya almarhum datang ke Sabang. Aku sambut Ayah Tu Sop. Kalau tak salah usai salat ashar beliau akan ceramah pada salah satu masjid di Kota Sabang, yaitu Masjid Al-Ijtihad yang lokasinya di Cot Bak U.
Aku mengikutinya dengan seksama dengan warga lainnya. Ayah Tu Sop (alm) datang dengan rombongan. Usai acara Aku merapat dan takzim dengan Ulama sekaligus gurè. Dengan modal nekad Aku mohon ijin minta tukar sorban hijau yang Ayah Tu Sop pakai yang diletakkan pada leher. Aku pun memakai sorban hijau. Dan, alhamdulilah beliau berkenan. Kami saling bertukar sorban. Betapa bahagia hati dan jiwa menerima sorban ulama Aceh yang berikan. Berkah tubuh ulama terdiri ketubuhku. Kemana pergi dan salat sering Aku gunakan.
Oh iya, sekitar seminggu nan lalu Aku pernah telepon Ayah Tu Sop guna silaturahmi dan tanya kabar. Beliau menjawab sehat dan berada di Jakarta ada kegiatan. Aku doakan sehat selalu. Rupanya Aku tak tahu beliau ke Jakarta cek kesehatan dan barulah kurang lebih seminggu, tepatnya Sabtu lagi, 7 September 2024, Ayah Tu Sop telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa Allah SWT.
Aku kehilangan, rakyat Aceh kehilangan dan pastilah Aceh lagi dalam berduka. Salah satu Ulama terbaik Aceh sudah tiada. Selamat jalan Ayah Tu Sop. Aku yakin bahwa Ayah Tu Sop seorang sosok Ulama dan hamba Allah yang baik dengan kemuliaan serta keilmuwannya. Semoga dalam khusnul khatimah, diampunkan seluruh dosa dan diterima amal ibadah serta dimasukkan kedalam Jannatul Firdaus. Sorban dari Ayah Tu Sop insyaallah akan selalu Aku pakai dan mengingatkan diriku untuk tak lupa mendoakan almarhum. Ayah pergi di bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, bulan Rabiul Awal. Bulan maulid yang semarak dirayakan pada setiap daerah di tanah kelahiranku, tanah kemuliaan dan penuh berkah yaitu Nanggroe Atjeh Darussalam.
Untuk Almarhum Ayah Tu Sop Lahumul Al-Fatihah.Allahummaqfirlahu Warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu.
Tanjungpinang, 7 September 2024,