Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah DKI Jakarta, Aktivitas Ekonomi Berpotensi Melambat

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Prakiraan cuaca di seluruh kabupaten dan kota Provinsi DKI Jakarta pada Senin (9/2/2026) menunjukkan dominasi hujan dengan intensitas ringan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi harian, khususnya sektor transportasi, perdagangan ritel, hingga distribusi logistik di kawasan ibu kota.

Berdasarkan data prakiraan, wilayah Administrasi Kepulauan Seribu diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 78–86%. Sementara itu, Kota Jakarta Pusat juga diguyur hujan ringan dengan suhu 25–28 derajat Celsius serta kelembapan relatif tinggi di kisaran 73–91%.

Cuaca serupa terjadi di wilayah pesisir. Kota Jakarta Utara diprakirakan mencatat suhu 26–28 derajat Celsius dengan kelembapan 75–87%. Adapun Kota Jakarta Barat mengalami hujan ringan dengan suhu 24–28 derajat Celsius dan kelembapan 72–93%.

Di wilayah selatan dan timur yang menjadi kantong permukiman sekaligus penyangga aktivitas komuter, hujan ringan juga mendominasi. Kota Jakarta Selatan diprediksi bersuhu 24–28 derajat Celsius dengan kelembapan 71–92%, sedangkan Kota Jakarta Timur berada pada rentang suhu 24–28 derajat Celsius dan kelembapan 71–94%.

Intensitas hujan yang merata di seluruh wilayah berpotensi menahan mobilitas masyarakat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Perlambatan arus lalu lintas kerap berdampak langsung pada:

  • Distribusi logistik: Waktu tempuh pengiriman barang dapat meningkat, khususnya untuk sektor ritel modern dan pasar tradisional.

  • Perdagangan harian: Aktivitas belanja masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan terbuka dan UMKM kaki lima, berpotensi menurun.

  • Transportasi dan jasa: Permintaan layanan transportasi daring biasanya meningkat, namun diiringi risiko keterlambatan dan kenaikan biaya operasional.

Di sisi lain, cuaca hujan justru dapat mendorong konsumsi pada sektor tertentu, seperti makanan-minuman hangat, layanan pesan-antar, serta ritel kebutuhan rumah tangga.

Pelaku usaha diimbau mengantisipasi potensi gangguan operasional ringan, antara lain dengan:

  • Penyesuaian jadwal distribusi.

  • Optimalisasi penjualan daring.

  • Mitigasi risiko genangan di titik gudang dan pusat logistik.

Secara keseluruhan, hujan ringan yang terjadi merata di DKI Jakarta masih tergolong kondusif bagi aktivitas ekonomi, meski tetap memerlukan kewaspadaan untuk menjaga produktivitas dan kelancaran rantai pasok di ibu kota. (Sn)

Scroll to Top