Jakarta|EGINDO.co Aktivitas perekonomian di Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada Rabu, 25 Februari, diperkirakan berlangsung di tengah cuaca yang didominasi berawan dan hujan ringan di sejumlah wilayah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta kinerja sektor perdagangan dan jasa di ibu kota.
Berdasarkan prakiraan cuaca kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta, wilayah Kepulauan Seribu diperkirakan berawan dengan suhu berkisar 28–29 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 78–83 persen. Cuaca relatif stabil di kawasan ini dinilai mendukung aktivitas sektor pariwisata bahari, meski pelaku usaha tetap diminta mencermati potensi perubahan cuaca.
Sementara itu, Jakarta Pusat diprakirakan berawan dengan suhu 26–31 derajat Celsius dan kelembapan 64–87 persen. Kondisi ini relatif kondusif bagi aktivitas perkantoran, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis yang menjadi penopang utama roda ekonomi ibu kota.
Adapun hujan ringan diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah penyangga aktivitas industri dan permukiman padat. Di Jakarta Utara, suhu udara berkisar 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan 68–86 persen. Hujan ringan di kawasan pelabuhan dan industri berpotensi memperlambat arus logistik, meski diperkirakan tidak signifikan.
Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dengan suhu masing-masing 25–32 derajat Celsius serta tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni 61–90 persen dan 60–89 persen. Tingginya kelembapan udara dapat meningkatkan potensi genangan di titik-titik rawan, yang berimbas pada perlambatan mobilitas harian pekerja dan distribusi barang.
Sementara itu, Jakarta Barat diprakirakan berawan dengan suhu 25–31 derajat Celsius dan kelembapan 65–87 persen. Cuaca yang relatif stabil di wilayah ini dinilai masih mendukung aktivitas perdagangan dan sektor UMKM, terutama di sentra-sentra bisnis dan pasar tradisional.
Secara umum, cuaca berawan hingga hujan ringan di sebagian wilayah DKI Jakarta berpotensi menahan laju aktivitas ekonomi secara terbatas, terutama pada sektor transportasi, logistik, dan perdagangan ritel. Namun, selama intensitas hujan tetap ringan, dampaknya terhadap produktivitas diperkirakan masih terkendali.
Pelaku usaha dan masyarakat diimbau untuk mengantisipasi perubahan cuaca dengan pengaturan jadwal distribusi dan mobilitas yang lebih fleksibel, guna menjaga stabilitas kegiatan ekonomi di tengah dinamika cuaca ibu kota. (Sn)