Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta sepanjang akhir pekan ini didominasi hujan ringan dengan suhu udara yang relatif stabil di kisaran 24 hingga 30 derajat Celsius.
Berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca harian, hujan ringan diprediksi mengguyur hampir seluruh wilayah ibu kota pada Jumat (27/3/2026).
Wilayah seperti Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, disertai kelembapan udara yang cukup tinggi, berkisar antara 65 hingga 90 persen.
Sementara itu, kondisi cuaca di Jakarta Pusat diperkirakan sedikit berbeda dengan dominasi hujan ringan pada Jumat, sebelum berangsur berawan pada Sabtu (28/3/2026) dan Minggu (29/3/2026).
Memasuki Sabtu, tren hujan ringan masih berlanjut di sebagian besar wilayah, khususnya di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Adapun Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat diprakirakan mengalami cuaca berawan, meski tetap dengan tingkat kelembapan tinggi yang mencapai lebih dari 90 persen.
Pada Minggu (29/3/2026), pola cuaca tidak mengalami perubahan signifikan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
Sementara itu, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan cenderung berawan sepanjang hari.
Rentang suhu udara selama tiga hari ke depan relatif konsisten, dengan suhu minimum berkisar 24–26 derajat Celsius dan suhu maksimum mencapai 28–30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara pun tetap tinggi, bahkan menyentuh angka 97 persen di beberapa wilayah, menandakan kondisi atmosfer yang cukup lembap.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air di sejumlah titik rawan serta memperhatikan kondisi kesehatan, mengingat tingginya kelembapan dapat memicu gangguan pernapasan ringan.
Selain itu, pengguna jalan diimbau meningkatkan kehati-hatian, terutama pada jam-jam sibuk, mengingat hujan ringan yang terjadi secara merata berpotensi menyebabkan jalan licin dan memperlambat arus lalu lintas di sejumlah ruas utama Ibu Kota. (Sn)