Houthi Serang Fasilitas Energi Saudi, Melukai 73 Orang

Houthi Yaman Serang Fasilitas Energi Arab Saudi
Houthi Yaman Serang Fasilitas Energi Arab Saudi

Riyadh | EGINDO.co – Operasional di sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, dihentikan pada hari Selasa (8 September) menyusul serangan oleh kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran. Serangan tersebut melukai 73 orang dan digambarkan oleh pihak berwenang Saudi sebagai eskalasi yang berbahaya.

Kebakaran terjadi di lokasi-lokasi tersebut dan beberapa orang terluka saat tim pemadam kebakaran serta tim darurat lainnya bergegas memadamkan api dan menilai kerusakan, demikian pernyataan Kementerian Energi Saudi.

Kelompok Houthi menyerang kota-kota di wilayah selatan seperti Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, menurut pernyataan sebelumnya dari koalisi pimpinan Saudi di Yaman, yang juga menyebutkan bahwa korban luka termasuk perempuan dan anak-anak.

Lonjakan kekerasan antara Arab Saudi dan kelompok militan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta konflik Timur Tengah yang lebih luas yang memicu kenaikan harga minyak di saat negosiasi diplomatik sedang macet.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik US$1 menjadi US$98 per barel setelah pernyataan Kementerian Energi Saudi, sementara harga minyak mentah berjangka AS naik lebih dari US$2 menjadi US$93,65 per barel.

Juru bicara militer Houthi mengumumkan apa yang disebutnya sebagai serangan besar-besaran terhadap pemimpin de facto OPEC tersebut, dengan menargetkan fasilitas raksasa minyak Saudi, Aramco, di Abha, Najran, dan Jizan, serta pangkalan udara di Khamis Mushait, menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).

Pada hari Senin, surat kabar Financial Times melaporkan bahwa fasilitas minyak Aramco di Jazan terkena serangan baru dan kerusakan sedang dinilai. Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut dan Aramco belum memberikan komentar.

Arab Saudi Mengecam Eskalasi “Berbahaya”

Koalisi pimpinan Saudi berjanji akan merespons dengan tegas pecahnya kembali permusuhan ini, seraya menyebut eskalasi terbaru tersebut sebagai hal yang “berbahaya”.

Kementerian Energi Saudi menyatakan bahwa pihak berwenang terkait sedang menangani dampak dari serangan-serangan tersebut.

“Langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk menjamin keselamatan fasilitas dan pekerja serta kelangsungan operasional sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui,” ujar kementerian tersebut.

Juru bicara Yahya Saree pada hari Senin mengatakan bahwa Riyadh telah mengambil “langkah-langkah eskalatif” dengan melancarkan serangan udara ke Yaman, dan memperingatkan bahwa serangan terbaru ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Koalisi pimpinan Arab Saudi tidak mengumumkan adanya serangan terbaru terhadap Yaman, namun pemerintah Yaman yang didukung Saudi dalam beberapa hari terakhir telah melancarkan serangan di berbagai front untuk melawan kelompok Houthi di Yaman.

“Koalisi akan mengambil semua langkah operasional yang diperlukan untuk menghalau milisi teroris ini dan menghadapi sikap bermusuhan mereka dengan tegas,” ujar Kolonel Turki al-Malki dalam sebuah pernyataan di platform X.

Kelompok Houthi, yang menguasai wilayah-wilayah terpadat di Yaman serta sebagian besar wilayah utara, telah melancarkan serangan terhadap Arab Saudi sejak mengumumkan blokade laut terhadap Riyadh pada bulan Juli, dengan serangan yang menyasar kapal-kapal di Laut Merah.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top