Houthi Menembakkan Rudal Ke Kapal Inggris Di Teluk Aden

Houthi menyerang kapal Inggris.j
Houthi menyerang kapal Inggris.j

Dubai | EGINDO.co – Kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap kapal curah Lycavitos berbendera Barbados di Teluk Aden pada Kamis (15 Februari), kata militan yang bersekutu dengan Iran dalam sebuah pernyataan.

Kelompok Houthi mengatakan kapal yang menjadi sasaran adalah kapal Inggris. Kapal tersebut dikelola oleh Helikon Shipping Enterprises yang berkantor di London, Athena, dan Dalian, China.

Helikon menjawab bahwa kapal itu milik Yunani dan rincian yang dikeluarkan sebelumnya oleh badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) bersifat “informatif”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

UKMTO mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa mereka telah menerima laporan tentang ledakan di dekat sebuah kapal sekitar 85 mil laut sebelah timur Aden.

Baca Juga :  9 Bulan DMAS Raih Marketing Sales Rp1,25 Triliun

Kapal tersebut mengalami kerusakan ringan setelah terkena proyektil peledak sekitar 100 mil laut sebelah timur kota pelabuhan Aden di Yaman, kata perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey secara terpisah.

Anggota awak kapal tidak terluka dan kerusakan akibat pecahan peluru berhasil diatasi di kapal, kata Ambrey.

Perusahaan keamanan tersebut menyarankan kapal-kapal lain untuk berhati-hati karena Houthi telah menargetkan beberapa kapal pada hari yang sama dan beberapa kapal beberapa kali.

Kelompok Houthi telah berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal terhadap pelayaran komersial internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab sejak pertengahan November, dengan mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai solidaritas dengan Palestina terhadap tindakan militer Israel di Gaza.

Baca Juga :  Korut Tembakkan Rudal, ICBM, Setelah Biden Meninggalkan Asia

Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang memiliki hubungan komersial dengan Amerika Serikat, Inggris atau Israel, kata sumber pelayaran dan asuransi.

Serangan tersebut telah mendorong beberapa perusahaan untuk menghentikan perjalanan Laut Merah dan memilih rute yang lebih panjang dan lebih mahal di sekitar Afrika, dan pesawat tempur AS dan Inggris telah melakukan serangan balasan di Yaman.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :