Hingga Senin 23 Maret Rest Area KM 65A–65B Tol MKTT Masih Rame Arus Balik Pemudik

Lokasi parkir kendaraan di Rest Area Travoy KM 65A dan 65B ruas MKTT pada malam hari, padat kendaraan. (Foto: Fadmin Malau)
Lokasi parkir kendaraan di Rest Area Travoy KM 65A dan 65B ruas MKTT pada malam hari, padat kendaraan. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Hingga Senin 23 Maret Rest Area KM 65A–65B Tol Medan-Kualanamu-Tebing masih rame pemudik. Pantauan EGINDO.com pada Minggu (22/3/2026) malam kondisi Rest Area Travoy KM 65A dan KM 65B pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) masih rame akan tetapi tetap tertib dan tidak sepadat tahun lalu ketika arus balik mudik Lebaran.

Sementara itu PT Jasamarga Kualanamu Tol (PT JKT) dalam siaran persnya menyebutkan kesiapan fasilitas di Rest Area Travoy KM 65A dan KM 65B pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT). Kesiapan tersebut meliputi pengoperasian toilet fungsional, perbaikan area parkir, ketersediaan air dan listrik, serta fasilitas pendukung seperti SPBU dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Rest Area Travoy KM 65A dan 65B ruas MKTT (Foto: dok jasa marga)

Direktur Utama PT JKT, Thomas Dwiatmanto, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Pihaknya berkomitmen mewujudkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan melalui penyediaan fasilitas dan pelayanan optimal selama periode libur Lebaran.

Untuk area parkir, tersedia kapasitas hingga 100 kendaraan golongan I non-bus dan 50 kendaraan golongan II di masing-masing rest area. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan oleh petugas guna menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna. Namun, pantauan EGINDO.com di lokasi pengaturan belum maksimal, pengemudi kendaraan masih kesulitan untuk memarkirkan kendaraan.

Sementara itu untuk sektor energi, SPBU di rest area tersebut memiliki 30 nozzle aktif yang mampu melayani 6 hingga 7 kendaraan per nozzle. PT JKT juga berkoordinasi dengan pengelola untuk memastikan ketersediaan BBM selama arus mudik dan balik. Sedangkan fasilitas SPKLU ultra fast charging berteknologi DC 200 kWh turut disediakan untuk mendukung kendaraan listrik. Fasilitas ini memungkinkan pengisian daya lebih cepat, dengan estimasi pengisian penuh sekitar 30 menit untuk kapasitas baterai tertentu.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top