Hari Kelima Pencarian Korban Banjir Bandang Humbahas Sumut

Anjing Pelacak Dikerahkan Bantu Operasi SAR Banjir Bandang Humbahas (Foto: dok BNPB)
Anjing Pelacak Dikerahkan Bantu Operasi SAR Banjir Bandang Humbahas (Foto: dok BNPB)

Medan | EGINDO.co – Anjing pelacak dan penyelam dikerahkan membantu operasi SAR banjir bandang Humbahas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Operasi Search and Rescue (SAR) atau pencarian dan pertolongan terhadap 10 warga yang masih dinyatakan hilang atas peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di Humbang Hasundutan (Humbahas) terus dilanjutkan.

Pencarian mengerahkan 14 alat berat, penyisiran SAR darat sektor satu dan dua juga melibatkan anjing pelacak dari unit K-9 SAR Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara. Anjing pelacak jenis Labrador Retriver ini sudah diperbantukan sejak hari pertama pascakejadian pada Sabtu (2/12/2023) dinihari.

Anjing bernama Trusco menyisir tiap sisi di sektor dua maupun tiga, baik di wilayah kanan maupun kiri jalan ke arah pesisir Danau Toba, termasuk jika ada laporan kehilangan dari salah satu kerabat yang masih dinyatakan hilang. Dalam operasi SAR itu, posko induk yang berada di bawah komando Basarnas telah membagi tiga sektor wilayah pencarian. Sektor pertama adalah di wilayah perairan Danau Toba, sektor kedua di sisi kiri jalan ke arah pesisir Danau Toba dan yang ketiga sisi kanan jalan menuju ke hulu.

Baca Juga :  Normandia Peringati D-Day Dengan Kerumunan Kecil

“Kami datang Sabtu (2/12/2023) untuk membantu operasi SAR,” kata Briptu Rio Tarigan, Tim K-9 SAR Direktorat Samapta Polda Sumut. Kendalanya banyak batu besar sehingga satwa pendeteksi kehilangan kemampuan dalam melacak keberadaan jasad korban,” kata Briptu Rio Tarigan, dalam siaran pers bnpb pada Rabu (6/12/2023) yang dilansir EGINDO.co

Tim operasi SAR juga menurunkan tim penyelam khusus dari Basarnas Special Group dan dibantu Aquaeye untuk menyisir sektor satu perairan di dasar Danau Toba. Sedangkan penyisiran di atas perairan dilakukan oleh BPBD, Basarnas, TNI dan Brimob menggunakan perahu karet.

Kepala Basarnas Sumatera Utara, Budiono mengatakan, alasan dibentuknya tim SAR sektor perairan adalah mengingat korban pertama musibah yang terjadi pada Jumat (1/12/2023) pukul 19.47 itu ditemukan di dekat perairan. Dengan temuan itu, pihaknya menyatakan bahwa ada kemungkinan jasad korban terbawa hanyut oleh banjir bandang hingga masuk ke wilayah perairan Danau Toba yang memang tak jauh dari lokasi terdampak.

Baca Juga :  Jurnalis Australia Cheng Lei Diadili Pengadilan Beijing

Dalam rapat evaluasi operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan Dinas PUPR di Posko Darurat, Kepala Basarnas menyampaikan bahwa seluruh operasi SAR sampai saat ini belum membuahkan hasil. Maka dari itu data korban meninggal dunia sementara masih 2 orang dan yang hilang 10 orang.

Budiono mengatakan, tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan penyisiran. Upaya pencarian dan pertolongan masih menjadi pekerjaan rumah bagi para tim gabungan hingga hari kelima hari ini. Secara aturan, waktu operasi SAR hanya memiliki peluang waktu selama tujuh hari. Oleh sebab itu, tim gabungan dengan jumlah kurang lebih 280 orang dibantu alat berat harus lebih maksimal lagi dalam melakukan pencarian dan pertolongan.@

Baca Juga :  IHSG Ditutup Di Zona Merah, Pemulihan Ekonomi Amerika

Bnpb/timEGINDO.co

 

Bagikan :