Hari Ini Rupiah dan IHSG Berupaya Menguat Kembali

Seorang petugas memegang uang rupiah di antara lembaran uang dolar AS di sebuah gerai valas.
Seorang petugas memegang uang rupiah di antara lembaran uang dolar AS di sebuah gerai valas.

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah masih berpeluang untuk kembali menguat di awal pekan ini. Setelah pada akhir pekan kemarin, rupiah melemah 0,16 persen atau 25 poin di level Rp15.516 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Penguatan rupiah terhadap dolar AS tertahan pekan lalu setelah data-data ekonomi AS rilis. Utamanya data tenaga kerja menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra, Senin ( 8/1/2024 ).

Selain itu, data yang berkaitan dengan manufaktur juga mengalami perbaikan. Hal ini mendorong pelaku pasar meragukan kemungkinan Bank Sentral AS lebih cepat memangkas suku bunga acuannya di tahun ini.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga ikut mempengaruhi pergerakan mata uang.  Penyerangan terhadap kapal tanker minyak yang berlayar di laut merah menambah minat pasar terhadap dolar AS sebagai aset aman.

Baca Juga :  Bridgestone Alami Serangan Ransomware Di Anak Perusahaan AS

“Namun demikian, pasar masih berekspektasi tinggi soal pemangkasan suku bunga acuan AS sebelum pertengahan tahun ini. Survei CME FedWatch Tool menunjukkan the Fed memangkas suku bunganya dengan probabilitas 92% di bulan Mei.

Notulen rapat yang dirilis pekan lalu, tambah Ariston menunjukkan proyeksi the Fed mengenai pemangkasan suku bunga. Meskipun tingkat ketidakpastian masih tinggi yang akan mempengaruhi pergerakan dolar AS dan akan berimbas pada mata uang lainnya.

“Oleh karena itu, peluang rupiah menguat terhadap dolar AS masih terbuka di awal pekan ini, namun penguatannga mungkin tidak besar. Pelaku pasar masih akan mengonfirmasi proyeksi the Fed dengan data inflasi konsumen AS yang akan dirilis di Kamis malam,” ucap Aristo

Baca Juga :  Hari Ini, Tarif Tol Medan-Binjai Naik Lebih Dari 100 Persen

Potensi penguatan rupiah hari ini, menurutnya ke kisaran Rp15.480. Sedangkan potensi resistent di kisaran Rp15.540 per dolar AS.

Untuk indeks harga saham, diperkirakan  juga akan berupaya berbalik menguat dalam perdagangan hari ini. IHSG dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin koreksi sebesar 0,12% atau 9,14 poin ke level 7.350.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, penurunan IHSG masih disertai dengan net buy (aksi beli) asing sebesar Rp1,34 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, TLKM dan FILM.

“Hari ini IHSG berpotensi mencoba menguat terbatas. Level support IHSG berada di 7.280-7.330 dan level resist di 7.380-7.400,” kata Fanny.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :