Hari Ini, IHSG Berpeluang Menguat

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat dalam perdagangan Kamis (21/3/2024). IHSG ditutup turun tipis 5,61 poin (0,08 persen) ke level 7.331, Rabu pekan ini.

“Hari ini IHSG berpotensi kembali menguat mencoba break level 7.380. Perkiraan pergerakan IHSG, level resistance 7.360-7.380 dan level support 7.270-7.290,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman.

​Fanny menilai, penurunan IHSG kemarin disertai dengan net buy (beli bersih) oleh investor asing  sebesar Rp326 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, ASII, AMRT, TPIA, dan GJTL.

Indeks saham di bursa Indonesia menurun pada Rabu kemarin, di tengah mayoritas bursa Asia yang menguat. Indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat juga menguat.

Baca Juga :  Rusli Tan: Wajar Pengrajin Tahu Tempe Se-Jawa Mogok Hari Ini

Bursa saham Wall Street ditutup menguat, usai Bank Sentral AS The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Indeks Dow Jones ditutup naik 1,03 persen, indeks S&P 500 juga menguat 0,89 persen dan Nasdaq menanjak 1,25 persen.

“The Fed memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan pada level 5,25 persen-5,5 persen. Kepala Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan salah satu pertimbangan menahan suku bunga adalah tingkat inflasi,” ujarnya.

The Fed menilai, tidak tepat menurunkan suku bunga acuan sampai adanya keyakinan yang lebih besar inflasi akan menurun. Target inflasi The Fed adalah 2 persen, sedangkan inflasi AS sekarang 3,2 persen.

Powell juga menegaskan, The Fed siap menyesuaikan kebijakan moneter jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian target. Termasuk mempertimbangkan berbagai informasi, seperti kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi, ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan global.

Baca Juga :  KPK Panggil Enam Saksi Kasus Pengadaan Mesin Di PTPN XI

Di kawasan Asia-Pasifik, indeks saham cenderung menguat karena pasar juga menunggu kebijakan suku bunga AS. Indeks Composite Tiongkok naik didorong sentimen kebijakan bank sentral Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuan.

Kemarin, Tiongkok dan Indonesia menjadi sorotan di Asia jelang pengumuman hasil pertemuan The Fed The Fed. Bank Indonesia dalam keterangan hasil pertemuannya, memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :