Hari Ini Hari Raya Waisak 2570 BE, Prangko Waisak dan Borobudur Diminati Penggemar Filateli

Sampul Hari Pertama (First Day Cover) seri prangko istimewa "Ekspedisi Kapal Borobudur" (2005) terbitan Indonesia. (Foto: koleksi Isman Budiman)
Sampul Hari Pertama (First Day Cover) seri prangko istimewa "Ekspedisi Kapal Borobudur" (2005) terbitan Indonesia. (Foto: koleksi Isman Budiman)

Oleh: Isman Budiman

Tahun 2026 ini, Hari Raya Waisak 2570 BE (Buddhist Era) diperingati pada Minggu, 31 Mei 2026 dengan tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”.

Puncak perayaan hari raya Waisak Nasional 2026 dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah yang ditandai dengan peringatan detik-detik Waisak 2570 BE/2026 pukul 15.44.44 WIB serta acara pelepasan Lentera Perdamaian (Festival Lampion Waisak).

Prangko Waisak

Bagi para penggemar filateli, prangko bertema agama Buddha termasuk objek koleksi yang diminati kalangan filatelis tertentu. Misalnya seri prangko peringatan Waisak yang rutin diterbitkan berbagai negara mayoritas Buddhis untuk merayakan hari kelahiran, penerangan sempurna, dan wafatnya Sang Buddha.

Sebagai contoh, seri prangko Vesak 2532 BE (1988) dan Vesak 2533 BE (1989) dari Sri Lanka. Negara ini memiliki tradisi menerbitkan edisi prangko Waisak yang menampilkan karya seni kuil dan festival.

Thailand termasuk negara yang juga sering menerbitkan prangko peringatan Hari Waisak. Contohnya prangko Hari Waisak dari Thailand terbitan 26 Mei 2023 dengan gambar figur Sang Buddha.

Prangko Borobudur terbitan Prancis (1979). (Foto: koleksi Isman Budiman)

Prangko Borobudur

Prangko dengan gambar Candi Borobudur dapat menjadi bagian dari pengembangan koleksi benda filateli bertema agama Buddha.

Menurut Guinness World Records, Candi Borobudur dekat Yogyakarta di Jawa Tengah, Indonesia adalah candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun antara tahun 750 dan 842 M. Struktur batu berukuran 60.000 m³- (2.118.880 ft³-) memiliki tinggi 34,5 m (113 kaki) dan alasnya berukuran 123 x 123 m (403 x 403 kaki).

Pada tahun 1991, Borobudur dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa). Sejumlah negara, termasuk Indonesia sejak zaman Hindia Belanda pernah menerbitkan prangko bergambar Candi Borobudur antara lain:

1️⃣ Hindia Belanda

Prangko Borobudur muncul pertama kali tahun 1930 bernominal 15 gulden dengan gambar candi menyeluruh berwarna coklat dengan bingkai biru muda.

2️⃣ Indonesia

Prangko definitif tanpa perekat terbitan tahun 1947 cetakan Yogyakarta. Salah satu (dari tiga) prangko memuat gambar dua stupa (satu stupa agak besar di kiri dan satu stupa lagi ukuran kecil di bawah atap serambi pendopo). Prangko berwarna ungu dan bernilai nominal 80 sen.

Prangko istimewa yang diterbitkan pada 17 September 2005 untuk menyambut keberhasilan “Ekspedisi Kapal Borobudur” ke Afrika tahun 2003 juga dapat melengkapi koleksi benda filateli tematik Borobudur.

3️⃣ Prancis

Prangko seri Pelestarian Candi Borobudur diterbitkan Prancis pada 24 Februari 1979 dengan nilai nominal 1,80 franc. Desain prangko menggambarkan patung Buddha dengan latar belakang tiga stupa. Prangko berwarna hijau dengan bingkai coklat abu-abu.

Tiga Peristiwa Suci

Waisak dirayakan setiap Mei tepat pada waktu terang bulan (Purnama Sidhi) untuk memperingati tiga peristiwa suci (Tri Suci Waisak) pada hari, bulan, dan saat yang sama (malam Purnama Sidhi) yaitu:

1️⃣ Hari kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini, Kapilavastu – Nepal, dekat perbatasan India.

Waktu Kejadian:

🟡 Tahun 623 Sebelum Masehi (SM) saat Purnama Sidhi (bulan bulat yang paling sempurna). Sang ibunda, Ratu Maha Maya Dewi memberi nama “Siddharta” untuk bayinya yang berarti “terkabul cita-citanya”.

2️⃣ Hari Sang Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna atau tingkat kebuddhaan di bawah pohon Bodhi, hutan Uruvela, tepi Sungai Nairanjara pada usia 35 tahun.

Waktu Kejadian:

🟡 Tahun 588 SM saat Purnama Sidhi.

3️⃣ Hari wafat Sang Buddha atau pencapaian Parinibbana di kota Kushinagar, tepi Sungai Hiranyavati, India pada usia 80 tahun.

Waktu Kejadian:

🟡 Sekitar tahun 543 atau 544 SM saat purnama sempurna.

Carik Kenangan (Souvenir Sheet) seri prangko Vesak 2532 BE (1988) dan Vesak 2533 BE (1989) terbitan Sri Lanka. (Foto: koleksi Isman Budiman)

Sejarah Perayaan Waisak

Keputusan merayakan Tri Suci Waisak setiap tahun saat bulan purnama pada Mei disahkan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists atau WFB) yang pertama di Sri Lanka tahun 1950.

Nama Waisak sendiri berasal dari salah satu bulan penanggalan India kuno yang juga disebut Vesakha, Vesak, atau Wesak. Hingga kini, Tri Suci Waisak menjadi peringatan tahunan umat Buddha.

Sedangkan perhitungan kalender Buddhist Era (BE) dimulai sejak Sang Buddha wafat (Parinibbana) pada usia 80 tahun (sekitar 543-544 SM). Oleh karena itu, tahun 544 SM dikenal sebagai 1 BE hingga pada 2026 ini, umat Buddha sudah memasuki tahun 2570 BE.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui Waisak sebagai hari peringatan internasional sejak 15 Desember 1999 melalui resolusi Majelis Umum PBB. Pengakuan ini bertujuan untuk menghormati nilai-nilai kebijaksanaan, welas asih, dan toleransi yang diajarkan dalam agama Buddha.

Hari Raya Waisak merupakan hari libur nasional sejak tahun 1983 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1983 yang ditetapkan di Jakarta pada 19 Januari 1983 oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga menetapkan Waisak sebagai hari libur nasional antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, Myanmar, Kamboja, Laos, India, Nepal, dan Korea Selatan.@

***

 Penulis adalah alumnus IISIP Jakarta – Jurnalistik (1987-1992), alumnus Akademi Akuntansi Trisakti (1987-1990), filatelis, anggota HIPFIL (Himpunan Penulis Filateli Indonesia), dan  Filateli” di Harian Indonesia Minggu (1987-1994)

Scroll to Top