Hari Ini, Harga Emas Pantau Rapat The Fed FOMC

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Harga emas hari ini, Senin (18/3/2024) diprediksi terkonsolidasi jelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19-20 Maret 2024. Rapat The Fed akan memberikan arahan terkait kebijakan suku bunga yang memengaruhi harga emas.

Pada pukul 08.45 WIB, harga emas spot turun 0,16% menjadi US$2.152,49 per troy ounce, dan emas Comex kontrak April 2024 terkoreksi 0,35% ke US$2.153,90 per troy ounce.

Dari dalam negeri, harga emas cetakan Antam dan UBS di Pegadaian terpantau bergerak di tempat alias stagnan pada perdagangan hari ini, Senin (18/3/2024).

Mengacu laman resmi Pegadaian, harga emas termurah cetakan UBS 0,5 gram dipatok seharga Rp637.000, atau masih sama dari harga kemarin, Minggu (17/3/2024). Begitu juga emas Antam berukuran sama dipatok seharga Rp664.000 atau sama dibandingkan dengan dari harga kemarin.

Baca Juga :  Tentara Sudan Setuju Bantu Evakuasi Warga Asing

Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas masih akan kuat dan tidak terkoreksi terlalu besar walaupun beberapa data ekonomi AS terutama Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang lebih kuat.

Berdasarkan data Investing, data CPI AS Februari 2024 yang rilis pada 12 Maret 2024 sebesar 3,2% year-on-year (YoY). Sementara itu, data PPI AS yang rilis pada 14 Maret 2024 sebesar 1,6% YoY.

“The Fed diperkirakan masih akan pada nada yang kurang lebih sama pada pertemuan FOMC pekan depan, mengingat data ekonomi AS yang cukup beragam belakangan ini, namun ekonomi kelihatannya sudah tidak ‘sepanas’ sebelum-sebelumnya,” ujar Lukman, dikutip Senin (18/3/2024).

Baca Juga :  Presiden Terima Sebelas Duta Besar Baru Di Istana Merdeka

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk saat ini, probabilitas The Fed akan memangkas suku bunga pada Juni 2024 adalah sebesar 55%, yang sudah turun lumayan besar dari kisaran 80% pekan lalu.

Selain The Fed, sentimen global lainnya adalah perang Ukraina-Rusia dan Israel-Hamas yang perkembangannya dapat memengaruhi permintaan emas. Tak hanya itu, menurutnya tensi ekonomi China dan AS yang masih tinggi menjelang Pilpres AS juga akan berperan.

Lukman menjelaskan, emas diperkirakan akan berkonsolidasi menjelang FOMC The Fed, namun apabila ada kejutan positif dari pertemuan itu maka emas bisa kembali melanjutkan reli.

“Namun apabila tidak ada kejutan dan malah kejutan negatif, emas akan kembali turun, nmaun koreksi ini akan menjadi kesempatan beli dan akan membuat emas kembali naik. Rentang harga emas pekan ini di US$2.150-US$2.200 per troy ounce,” jelasnya.

Baca Juga :  Petang Ini Kabupaten Aceh Jaya Dilanda Gempa 5,6 Magnitudo

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :